BPJS Ketenagakerjaan Banten targetkan masuk tiga besar nasional
Rabu, 12 September 2018 - 09:15 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi - Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz memberi cendera mata kepada pekerja. Sumber foto: https://bit.ly/2xbG4lp

Elshinta.com - BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten menargetkan masuk dalam tiga besar Nasional untuk capaian kinerja.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Provinsi Banten, Teguh Purwanto, di Tangerang, Rabu, mengatakan selama kurun tahun 2017, BPJS Ketenagakerjaan Provins Banten telah masuk dalam peringkat lima nasional.

Sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten berada di posisi kedua terbawah, dengan kerja keras semua pihak akhirnya melesat hingga masuk dalam peringkat kelima. Hasil penilaian tersebut atas dasar indikator kepesertaan, pemenuhan target, iuran, target akuisisi kepesertaan dan pelayanan. "Kami targetkan pada tahun ini bisa masuk dalam tiga besar dan peluangnya sangat besar untuk merealisasikannya. Sebab, capaian di setiap wilayah kantor cabang sangat bagus juga. Sebab `tagline` kami adalah `jawara dan juara`," ujarnya.

Dia mengatakan, dari tiga kantor cabang BPJS kelas 1 yang berada di wilayah Banten, Kantor Cabang BPJS Cikupa telah menorehkan prestasi pertama kalinya. BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Tangsel dan Batuceper diprediksi akan memasuki lima besar nasional. "Tagline kami adalah jawara disebabkan oleh ketertarikannya terhadap sosok jawara Banten yang berani menegakkan kebenaran untuk menjunjung tinggi integritas. Itu tidak akan saya ubah sebelum kanwilnya juara," kata Teguh didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Banten, Hasan Fahmi.

Teguh optimistis dapat mencapai posisi tersebut, bahkan target pun ditingkatkan untuk pencapaian tahun 2019. "Saya optimis dapat merebut posisi ketiga nasional. Saatnya kita jadi juara di Tanah Jawara," tambahnya, dikutip Antara.

Pada akhir 2017 jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Banten mencapai 1,4 juta yang didominasi kategori peserta jasa konstruksi dan bukan penerima upah (BPU).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com -Alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat di Wai...
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:52 WIB
Elshinta.com - Persiapan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival kian matang. Selain me...
Kamis, 17 Januari 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendalami modus jaringan kokain i...
Kamis, 17 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Banyaknya berkas persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta CPNS yan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Gangguan pasokan air PDAM di sejumlah wilayah Kota Malang, Jawa Timur, lang...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Pasien kanker di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Kanker ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Delegasi dari 13 negara yang mewakili Food and Agriculture Organisation (FA...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 50 orang perwakilan dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah p...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:33 WIB
Elshinta.com - Pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat ke-57 (Dikre...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Sembilan personel Kepolisian Sektor Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Ria...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)