Senin, 19 November 2018 | 21:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

HNSI desak pengusutan penembakan nelayan Tanjung Balai

Rabu, 12 September 2018 - 10:41 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Sumber foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara mendesak aparat hukum mengusut tuntas penembakan yang menyebabkan satu nelayan Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka di perairan Pulau Halang, Bagansiapiapi, Riau.

"Tindakan yang diduga dilakukan aparat keamanan di laut itu harus diproses secara hukum dan tidak boleh dibiarkan," kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumatera Utara, Nazli di Medan, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan nelayan Tanjung Balai berada di perairan Riau untuk mencari kerang. "Tidak ada larangan bagi nelayan asal Sumatera Utara mengambil kerang di perairan Kepri, dan kenapa mereka ditembak. Ini sangat keterlaluan dan merupakan pelanggaran," ujar Nazli.

Kalau pun para nelayan tersebut dianggap melakukan pelanggaran, ia melanjutkan, aparat semestinya menindak mereka sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak menembakinya di tengah laut. "Pihak berwajib tentunya harus mengedepankan penegakan hukum dan tidak melakukan penembakan, sehingga menghilangkan nyawa nelayan," katanya.

Dia mengimbau nelayan Tanjung Balai selanjutnya lebih hati-hati. "Jangan ada lagi, nelayan Tanjung Balai yang mengalami nasib seperti itu, dan cukuplah hanya ini saja yang terjadi," ujarnya, dikutip dari Antara.

Seorang nelayan warga Kota Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka setelah menjadi sasaran penembakan orang yang diduga aparat keamanan di kawasan Pulau Halang. Nelayan yang meninggal dunia menurut informasi dari RSUD Dr.Tengku Mansyur mengalami luka di dada sementara dua nelayan lain terluka di paha dan pelipis. "Belum diketahui penyebab luka tersebut. Untuk memastikannya harus dilakukan autopsi baik kepada jenazah mau pun kedua korban lainnya," kata Kepala Tata Usaha RSUD Dr. Tengku Mansyur, Subroto.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 19 November 2018 - 21:35 WIB

Peralatan olahraga eks Asian Games 2018 diinventarisasi

Bencana Alam | 19 November 2018 - 21:26 WIB

BPBD Purbalingga minta warga waspadai bencana

Aktual Luar Negeri | 19 November 2018 - 21:18 WIB

Kapolri sepakat tingkatkan kerja sama penegakan hukum dengan AS

Hukum | 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:57 WIB

Kodam III Siliwangi tandatangani zona integritas menuju WBK

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:44 WIB

Disnakertrans Karawang khawatir kenaikan UMK memicu PHK

Elshinta.com - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara mendesak aparat hukum mengusut tuntas penembakan yang menyebabkan satu nelayan Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka di perairan Pulau Halang, Bagansiapiapi, Riau.

"Tindakan yang diduga dilakukan aparat keamanan di laut itu harus diproses secara hukum dan tidak boleh dibiarkan," kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumatera Utara, Nazli di Medan, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan nelayan Tanjung Balai berada di perairan Riau untuk mencari kerang. "Tidak ada larangan bagi nelayan asal Sumatera Utara mengambil kerang di perairan Kepri, dan kenapa mereka ditembak. Ini sangat keterlaluan dan merupakan pelanggaran," ujar Nazli.

Kalau pun para nelayan tersebut dianggap melakukan pelanggaran, ia melanjutkan, aparat semestinya menindak mereka sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak menembakinya di tengah laut. "Pihak berwajib tentunya harus mengedepankan penegakan hukum dan tidak melakukan penembakan, sehingga menghilangkan nyawa nelayan," katanya.

Dia mengimbau nelayan Tanjung Balai selanjutnya lebih hati-hati. "Jangan ada lagi, nelayan Tanjung Balai yang mengalami nasib seperti itu, dan cukuplah hanya ini saja yang terjadi," ujarnya, dikutip dari Antara.

Seorang nelayan warga Kota Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka setelah menjadi sasaran penembakan orang yang diduga aparat keamanan di kawasan Pulau Halang. Nelayan yang meninggal dunia menurut informasi dari RSUD Dr.Tengku Mansyur mengalami luka di dada sementara dua nelayan lain terluka di paha dan pelipis. "Belum diketahui penyebab luka tersebut. Untuk memastikannya harus dilakukan autopsi baik kepada jenazah mau pun kedua korban lainnya," kata Kepala Tata Usaha RSUD Dr. Tengku Mansyur, Subroto.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Senin, 19 November 2018 - 20:07 WIB

MUI: Maulid tingkatkan ketakwaan kepada Allah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com