HNSI desak pengusutan penembakan nelayan Tanjung Balai
Rabu, 12 September 2018 - 10:41 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara mendesak aparat hukum mengusut tuntas penembakan yang menyebabkan satu nelayan Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka di perairan Pulau Halang, Bagansiapiapi, Riau.

"Tindakan yang diduga dilakukan aparat keamanan di laut itu harus diproses secara hukum dan tidak boleh dibiarkan," kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumatera Utara, Nazli di Medan, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan nelayan Tanjung Balai berada di perairan Riau untuk mencari kerang. "Tidak ada larangan bagi nelayan asal Sumatera Utara mengambil kerang di perairan Kepri, dan kenapa mereka ditembak. Ini sangat keterlaluan dan merupakan pelanggaran," ujar Nazli.

Kalau pun para nelayan tersebut dianggap melakukan pelanggaran, ia melanjutkan, aparat semestinya menindak mereka sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak menembakinya di tengah laut. "Pihak berwajib tentunya harus mengedepankan penegakan hukum dan tidak melakukan penembakan, sehingga menghilangkan nyawa nelayan," katanya.

Dia mengimbau nelayan Tanjung Balai selanjutnya lebih hati-hati. "Jangan ada lagi, nelayan Tanjung Balai yang mengalami nasib seperti itu, dan cukuplah hanya ini saja yang terjadi," ujarnya, dikutip dari Antara.

Seorang nelayan warga Kota Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka setelah menjadi sasaran penembakan orang yang diduga aparat keamanan di kawasan Pulau Halang. Nelayan yang meninggal dunia menurut informasi dari RSUD Dr.Tengku Mansyur mengalami luka di dada sementara dua nelayan lain terluka di paha dan pelipis. "Belum diketahui penyebab luka tersebut. Untuk memastikannya harus dilakukan autopsi baik kepada jenazah mau pun kedua korban lainnya," kata Kepala Tata Usaha RSUD Dr. Tengku Mansyur, Subroto.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:34 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata u...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada seluruh penyelenggara n...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)