Kamis, 20 September 2018 | 06:27 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

HNSI desak pengusutan penembakan nelayan Tanjung Balai

Rabu, 12 September 2018 - 10:41 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Sumber foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara mendesak aparat hukum mengusut tuntas penembakan yang menyebabkan satu nelayan Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka di perairan Pulau Halang, Bagansiapiapi, Riau.

"Tindakan yang diduga dilakukan aparat keamanan di laut itu harus diproses secara hukum dan tidak boleh dibiarkan," kata Wakil Ketua DPD HNSI Sumatera Utara, Nazli di Medan, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan nelayan Tanjung Balai berada di perairan Riau untuk mencari kerang. "Tidak ada larangan bagi nelayan asal Sumatera Utara mengambil kerang di perairan Kepri, dan kenapa mereka ditembak. Ini sangat keterlaluan dan merupakan pelanggaran," ujar Nazli.

Kalau pun para nelayan tersebut dianggap melakukan pelanggaran, ia melanjutkan, aparat semestinya menindak mereka sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak menembakinya di tengah laut. "Pihak berwajib tentunya harus mengedepankan penegakan hukum dan tidak melakukan penembakan, sehingga menghilangkan nyawa nelayan," katanya.

Dia mengimbau nelayan Tanjung Balai selanjutnya lebih hati-hati. "Jangan ada lagi, nelayan Tanjung Balai yang mengalami nasib seperti itu, dan cukuplah hanya ini saja yang terjadi," ujarnya, dikutip dari Antara.

Seorang nelayan warga Kota Tanjung Balai tewas dan dua lainnya terluka setelah menjadi sasaran penembakan orang yang diduga aparat keamanan di kawasan Pulau Halang. Nelayan yang meninggal dunia menurut informasi dari RSUD Dr.Tengku Mansyur mengalami luka di dada sementara dua nelayan lain terluka di paha dan pelipis. "Belum diketahui penyebab luka tersebut. Untuk memastikannya harus dilakukan autopsi baik kepada jenazah mau pun kedua korban lainnya," kata Kepala Tata Usaha RSUD Dr. Tengku Mansyur, Subroto.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 06:24 WIB

Machfud Arifin siap jadi tim kampanye Jokowi

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 06:16 WIB

16 ASN akan diberhentikan

Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 06:05 WIB

Hari ini koalisi Prabowo-Sandiaga daftarkan anggota Badan Pemenangan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com