Senin, 19 November 2018 | 02:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK periksa wakil Ketua DPR Utut Adianto terkait suap Bupati Purbalingga

Rabu, 12 September 2018 - 11:42 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Sumber foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Wakil Ketua DPR, Utut Adianto terkait kasus dugaan suap pembangunan Purbalingga Islamic Center, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi.

"Saksi Utut Adianto akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan TSD (Tasdi)," katanya kepada Reporter Elshinta.com, Dody Handoko di KPU, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi sebagai tersangka, diduga menerima suap senilai Rp100 juta dari proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap dua dengan nilai proyek Rp22 miliar.

KPK juga menetapkan Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto (HIS) serta tiga orang lain dari pihak swasta yaitu Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Ardirawinata Nababan (AN).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Wakil Ketua DPR, Utut Adianto terkait kasus dugaan suap pembangunan Purbalingga Islamic Center, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi.

"Saksi Utut Adianto akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan TSD (Tasdi)," katanya kepada Reporter Elshinta.com, Dody Handoko di KPU, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi sebagai tersangka, diduga menerima suap senilai Rp100 juta dari proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap dua dengan nilai proyek Rp22 miliar.

KPK juga menetapkan Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto (HIS) serta tiga orang lain dari pihak swasta yaitu Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Ardirawinata Nababan (AN).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com