Sabtu, 17 November 2018 | 02:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Menristekdikti: Pendidikan tinggi harus terintegrasi pemerintah dan industri

Rabu, 12 September 2018 - 12:45 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Sumber Foto: https://bit.ly/2N3J7pD
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Sumber Foto: https://bit.ly/2N3J7pD

Elshinta.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan dalam mengelola sektor perikanan yang menjadi unggulan di Maluku, perlu ada integrasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan industri.

"Kita ingin melihat potensi alam yang begitu besar bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Caranya pendidikan tinggi harus terintegrasi dengan pemerintah dan industri," kata Menristekdikti saat memberikan kuliah umum di Politeknik Perikanan Negeri Tual, Maluku Tenggara, Rabu (12/9), dikutip Antara.

Lebih lanjut, Nasir mengatakan daerah Tual harus menjadi pemimpin di sektor perikanan karena melimpahnya sumber daya alam tersebut. Hal itu karena Nasir memandang Maluku sebagai lumbung perikanan Indonesia serta pangan laut terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia, namun kehidupan masyarakat belum sepenuhnya sejahtera dari sektor perikanan tersebut.

Indonesia mempunyai garis pantai terpanjang di dunia, sementara ekspor perikanan nomor empat di Asia Tenggara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi perikanan belum dikelola dengan baik, maka sektor maritim merupakan bagian sangat penting yang harus disiapkan.

"Pendidikan yang mampu menggerakkan Maluku makin baik. Sumber daya alam di laut harus kita eksplorasi untuk kepentingan masyarakat Maluku," ujar Nasir.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan dalam mengelola sektor perikanan yang menjadi unggulan di Maluku, perlu ada integrasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah dan industri.

"Kita ingin melihat potensi alam yang begitu besar bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Caranya pendidikan tinggi harus terintegrasi dengan pemerintah dan industri," kata Menristekdikti saat memberikan kuliah umum di Politeknik Perikanan Negeri Tual, Maluku Tenggara, Rabu (12/9), dikutip Antara.

Lebih lanjut, Nasir mengatakan daerah Tual harus menjadi pemimpin di sektor perikanan karena melimpahnya sumber daya alam tersebut. Hal itu karena Nasir memandang Maluku sebagai lumbung perikanan Indonesia serta pangan laut terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia, namun kehidupan masyarakat belum sepenuhnya sejahtera dari sektor perikanan tersebut.

Indonesia mempunyai garis pantai terpanjang di dunia, sementara ekspor perikanan nomor empat di Asia Tenggara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi perikanan belum dikelola dengan baik, maka sektor maritim merupakan bagian sangat penting yang harus disiapkan.

"Pendidikan yang mampu menggerakkan Maluku makin baik. Sumber daya alam di laut harus kita eksplorasi untuk kepentingan masyarakat Maluku," ujar Nasir.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com