Senin, 19 November 2018 | 19:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Musim kemarau, hutan di lereng kaki Gunung Wilis dan Gunung Kelud terbakar

Rabu, 12 September 2018 - 13:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dua hutan dengan total seluas 25 hektar di lereng kaki Gunung Kelud Kediri dan Gunung Wilis, Nganjuk, Jawa Timur, terbakar akibat musim kemarau.

Menurut keterangan Kasi Perencanaan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri, Nur Adin kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana di Kediri, Rabu (12/9), pihaknya telah melakukan upaya pemadaman sekaligus pencegahan agar kobaran api tidak merembet ke wilayah hutan lain. 

Upaya yang sudah ditempuh di antaranya, membuat ilaran api sebagai sekat bakar di beberapa titik termasuk di wilayah perbatasan hutan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Nganjuk-Kediri. Selain itu, KPH juga bisa memanfaatkan sekat bakar alami berupa aliran air.

Nur Adin memaparkan, beberapa faktor yang menjadikan kendala petugas memadamkan kebakaran hutan di Gunung Wilis Nganjuk karena medannya yang terjal, cuaca tiupan angin yang kencang, serta diperparah dengan kondisi tumbuhan alang-alang yang sudah mengering sehingga dapat mempercepat proses pembakaran.

Dalam peristiwa ini, jumlah personel yang dilibatkan hampir mencapai 100 orang dengan rincian dari PHT berjumlah 29 orang, serta dibantu dari masyarakat LMDH Dusun Salam Judeg, Desa Blongko, Nganjuk.

Terpisah, di lereng kaki Gunung Kelud Kediri Jawa Timur juga terjadi peristiwa yang sama, tepanya dilokasi di Bukit Kura-Kura petak 148, RPH Besowo, BKPH Pare, KPH Kediri. Sesuai data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Kediri menyebutkan kejadian kebakaran hutan lindung kali pertama diketahui oleh seorang saksi bernama Rony yang keseharinya bekerja di wisata Bukit Ongakan dan melaporkan kejadian pada hari Senin (10/9).

Menurut keterangan Randy Agatha selaku kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mengatakan, dampak kebakaran hutan yang terjadi mencapai 4 hektar, dari total luasan 5 hektar. Sementara, hasil dari pemantauan tim BPBD Kabupaten Kediri menyebutkan pada hari selasa (11/9) kemarin, dari titik utara, barat, dan selatan sudah tidak ada asap.Ssementara titik api arah timur terpantau masih menyala meskipun semakin mengecil dan padam malam harinya api kemudian dinyatakan padam.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Dua hutan dengan total seluas 25 hektar di lereng kaki Gunung Kelud Kediri dan Gunung Wilis, Nganjuk, Jawa Timur, terbakar akibat musim kemarau.

Menurut keterangan Kasi Perencanaan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri, Nur Adin kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana di Kediri, Rabu (12/9), pihaknya telah melakukan upaya pemadaman sekaligus pencegahan agar kobaran api tidak merembet ke wilayah hutan lain. 

Upaya yang sudah ditempuh di antaranya, membuat ilaran api sebagai sekat bakar di beberapa titik termasuk di wilayah perbatasan hutan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Nganjuk-Kediri. Selain itu, KPH juga bisa memanfaatkan sekat bakar alami berupa aliran air.

Nur Adin memaparkan, beberapa faktor yang menjadikan kendala petugas memadamkan kebakaran hutan di Gunung Wilis Nganjuk karena medannya yang terjal, cuaca tiupan angin yang kencang, serta diperparah dengan kondisi tumbuhan alang-alang yang sudah mengering sehingga dapat mempercepat proses pembakaran.

Dalam peristiwa ini, jumlah personel yang dilibatkan hampir mencapai 100 orang dengan rincian dari PHT berjumlah 29 orang, serta dibantu dari masyarakat LMDH Dusun Salam Judeg, Desa Blongko, Nganjuk.

Terpisah, di lereng kaki Gunung Kelud Kediri Jawa Timur juga terjadi peristiwa yang sama, tepanya dilokasi di Bukit Kura-Kura petak 148, RPH Besowo, BKPH Pare, KPH Kediri. Sesuai data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Kediri menyebutkan kejadian kebakaran hutan lindung kali pertama diketahui oleh seorang saksi bernama Rony yang keseharinya bekerja di wisata Bukit Ongakan dan melaporkan kejadian pada hari Senin (10/9).

Menurut keterangan Randy Agatha selaku kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mengatakan, dampak kebakaran hutan yang terjadi mencapai 4 hektar, dari total luasan 5 hektar. Sementara, hasil dari pemantauan tim BPBD Kabupaten Kediri menyebutkan pada hari selasa (11/9) kemarin, dari titik utara, barat, dan selatan sudah tidak ada asap.Ssementara titik api arah timur terpantau masih menyala meskipun semakin mengecil dan padam malam harinya api kemudian dinyatakan padam.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 18:08 WIB

Polisi masih selidiki kasus mayat dalam drum

Senin, 19 November 2018 - 17:27 WIB

Polisi identifikasi penumpang Lion Air JT 610

Senin, 19 November 2018 - 16:53 WIB

Korban pembunuhan dalam tong mantan wartawan

Senin, 19 November 2018 - 16:02 WIB

Polisi bekuk pelaku penipuan rekrutmen PT KAI

Senin, 19 November 2018 - 15:27 WIB

Polisi ungkap prostitusi online `Sukabumi Asyik`

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com