Senin, 19 November 2018 | 02:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kemenhub: Ganjil genap kemungkinan diperpanjang dan diberlakukan di kota lain

Rabu, 12 September 2018 - 14:16 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CN6QFS
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CN6QFS

Elshinta.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, kebijakan pelat nomor ganjil genap di DKI Jakarta pasca-Asian Games 2018 kemungkinan besar diperpanjang dan diberlakukan di kota besar lain.

"Sejumlah kota besar saat ini juga alami kemacetan parah dan pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk bisa menerapkan ketentuan pelat nomor ganjil genap untuk mengurangi kemacetan," katanya di Jakarta, Rabu (12/9), sebagaimana dikutip Antara.

Dikatakan, dari hasil kunjungan ke sejumlah daerah, beberapa kepala daerah juga kesulitan mengatasi kemacetan di kotanya masing-masing akibat pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat, sementara tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan raya.

Dia memaparkan, dari hasil pelaksanaan ganjil genap ternyata memberikan dampak yang positif bagi pengguna jalan dari perubahan kecepatan rata-rata di ruas jalan naik sebesar 44,08 persen, sementara di ruas jalan alternatif rata-rata naik 2,17 persen.

Sementara jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap rata-rata turun 20,37 persen, dan di ruas jalan alternatif rata-rata naik 6,48 persen. Demikian juga jumlah penumpang angkutan umum setelah perluasan kawasan ganjil genap untuk penumpang Transjabodetabek premium rata-rata naik 46,8 persen, penumpang Transjakarta rata-rata naik 40,21 persen, dan penumpang KRL rata-rata naik 6,13 persen.

"Melihat dampak positif dari diberlakukannya ganjil genap maka aturan itu kemungkinan besar akan diperpanjang dan bahkan diperluas wilayahnya," tandasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, kebijakan pelat nomor ganjil genap di DKI Jakarta pasca-Asian Games 2018 kemungkinan besar diperpanjang dan diberlakukan di kota besar lain.

"Sejumlah kota besar saat ini juga alami kemacetan parah dan pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk bisa menerapkan ketentuan pelat nomor ganjil genap untuk mengurangi kemacetan," katanya di Jakarta, Rabu (12/9), sebagaimana dikutip Antara.

Dikatakan, dari hasil kunjungan ke sejumlah daerah, beberapa kepala daerah juga kesulitan mengatasi kemacetan di kotanya masing-masing akibat pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat, sementara tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan raya.

Dia memaparkan, dari hasil pelaksanaan ganjil genap ternyata memberikan dampak yang positif bagi pengguna jalan dari perubahan kecepatan rata-rata di ruas jalan naik sebesar 44,08 persen, sementara di ruas jalan alternatif rata-rata naik 2,17 persen.

Sementara jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap rata-rata turun 20,37 persen, dan di ruas jalan alternatif rata-rata naik 6,48 persen. Demikian juga jumlah penumpang angkutan umum setelah perluasan kawasan ganjil genap untuk penumpang Transjabodetabek premium rata-rata naik 46,8 persen, penumpang Transjakarta rata-rata naik 40,21 persen, dan penumpang KRL rata-rata naik 6,13 persen.

"Melihat dampak positif dari diberlakukannya ganjil genap maka aturan itu kemungkinan besar akan diperpanjang dan bahkan diperluas wilayahnya," tandasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com