Sabtu, 17 November 2018 | 02:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Analisis Nomura sebut negara yang miliki risiko atasi krisis mata uang

Rabu, 12 September 2018 - 15:53 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Menurut analisis terbaru Nomura Holdings Inc, ada tujuh negara berkembang di dunia yang memiliki risiko besar dalam mengatasi krisis mata uang. 

Ketujuh negara itu adalah Pakistan, Turki, Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Mesir, dan Ukraina.

Dari tujuh negara itu, menurut analisis Nomur, Argentina dan Turki mengalami krisis mata uang. Sementara Argentina, Mesir, Sri Lanka, dan Ukraina, telah memutuskan untuk mengambil bantuan IMF sebagai cara untuk keluar dari krisis.

Analisis Nomura itu juga mengungkapnya adanya delapan negara dengan risiko krisis paling rendah, dimana Indonesia adalah salah satunya.

Nomura menyebutkan, kedelapan negara berkembang dengan risiko krisis terendah adalah Brasil, Bulgaria, Indonesia, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

“Ini adalah sebuah hasil yang penting. Karena investor lebih fokus pada risiko. Penting untuk tidak menyamaratakan risiko krisis pada negara-negara berkembang,” bunyi kesimpulan analisis Nomura itu, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Rabu (12/9). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Menurut analisis terbaru Nomura Holdings Inc, ada tujuh negara berkembang di dunia yang memiliki risiko besar dalam mengatasi krisis mata uang. 

Ketujuh negara itu adalah Pakistan, Turki, Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Mesir, dan Ukraina.

Dari tujuh negara itu, menurut analisis Nomur, Argentina dan Turki mengalami krisis mata uang. Sementara Argentina, Mesir, Sri Lanka, dan Ukraina, telah memutuskan untuk mengambil bantuan IMF sebagai cara untuk keluar dari krisis.

Analisis Nomura itu juga mengungkapnya adanya delapan negara dengan risiko krisis paling rendah, dimana Indonesia adalah salah satunya.

Nomura menyebutkan, kedelapan negara berkembang dengan risiko krisis terendah adalah Brasil, Bulgaria, Indonesia, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

“Ini adalah sebuah hasil yang penting. Karena investor lebih fokus pada risiko. Penting untuk tidak menyamaratakan risiko krisis pada negara-negara berkembang,” bunyi kesimpulan analisis Nomura itu, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Rabu (12/9). 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com