Selasa, 25 September 2018 | 03:20 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Ekonomi

Analisis Nomura sebut negara yang miliki risiko atasi krisis mata uang

Rabu, 12 September 2018 - 15:53 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Menurut analisis terbaru Nomura Holdings Inc, ada tujuh negara berkembang di dunia yang memiliki risiko besar dalam mengatasi krisis mata uang. 

Ketujuh negara itu adalah Pakistan, Turki, Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Mesir, dan Ukraina.

Dari tujuh negara itu, menurut analisis Nomur, Argentina dan Turki mengalami krisis mata uang. Sementara Argentina, Mesir, Sri Lanka, dan Ukraina, telah memutuskan untuk mengambil bantuan IMF sebagai cara untuk keluar dari krisis.

Analisis Nomura itu juga mengungkapnya adanya delapan negara dengan risiko krisis paling rendah, dimana Indonesia adalah salah satunya.

Nomura menyebutkan, kedelapan negara berkembang dengan risiko krisis terendah adalah Brasil, Bulgaria, Indonesia, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

“Ini adalah sebuah hasil yang penting. Karena investor lebih fokus pada risiko. Penting untuk tidak menyamaratakan risiko krisis pada negara-negara berkembang,” bunyi kesimpulan analisis Nomura itu, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Rabu (12/9). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 24 September 2018 - 22:05 WIB

Divonis 13 tahun penjara, SAT ajukan banding

Ekonomi | 24 September 2018 - 21:57 WIB

PKS: Generasi milenial harus didorong jadi petani

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 21:45 WIB

Polda antisipasi aksi balas dendam suporter Persija

Musibah | 24 September 2018 - 21:23 WIB

Pengemudi truk ditemukan meninggal di rest area

Manajemen | 24 September 2018 - 21:15 WIB

Alasan mengapa pelaku usaha perlu berinvestasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 24 September 2018 - 22:05 WIB

Divonis 13 tahun penjara, SAT ajukan banding

Senin, 24 September 2018 - 21:57 WIB

PKS: Generasi milenial harus didorong jadi petani

Senin, 24 September 2018 - 21:45 WIB

Polda antisipasi aksi balas dendam suporter Persija

Senin, 24 September 2018 - 21:07 WIB

APT2PHI dorong GPI tolak impor pangan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com