Senin, 19 November 2018 | 19:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Polda: Pemeriksaan Erick Thohir tidak benar

Rabu, 12 September 2018 - 16:29 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto: Dody Handoko/Elshinta
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto: Dody Handoko/Elshinta

Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kabar yang beredar di media sosial bahwa Erick Thohir akan diperiksa polisi dalam kasus korupsi sosialisasi Asian Games 2018 tidak benar.

"Berita yang beredar di medsos polisi akan periksa Erick Thohir adalah tidak benar," ujarnya ketika dikonfirmasi Reporter Elshinta Dody Handoko, Rabu (12/9).

Dikatakannya, kasus korupsi sosialisasi Asian Games 2018 itu adalah kasus lama dan polisi telah menetapkan tiga orang tersangka atas hal itu sejak Erick Thohir masih menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). "Kasus sosialisasi atau promosi dana Asian Games tahun 2017 memang dikorupsi oleh 3 tersangka, Sekjen KOI, Bendahara KPI dan penyedia jasa KOI," ungkapnya.

Sebelumnya, Erick  pernah diperiksa sebagai saksi. Tapi dalam pemeriksaan yang dilakukan pada 2017, disebutkan bahwa Erick tidak terlibat dalam penyelewengan dana sosialisasi Asian Games di beberapa tempat itu. "Krimsus pernah memeriksa pak Erick Thohir kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkasa ketiga tersangka tersebut," ucapnya

Kasus itu telah dinyatakan lengkap (P21),  ketiga terdakwanya telah diputus di pengadilan. "Berkas kasus itu sudah dikirim ke JPU dan sudah dinyatakan lengkap serta sudah disidang dan mendapat vonis 4 tahun. Kasus tersebut sudah selesai dan tidak ada lagi pemanggilan Erick Thohir," tandasnya. (dody)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kabar yang beredar di media sosial bahwa Erick Thohir akan diperiksa polisi dalam kasus korupsi sosialisasi Asian Games 2018 tidak benar.

"Berita yang beredar di medsos polisi akan periksa Erick Thohir adalah tidak benar," ujarnya ketika dikonfirmasi Reporter Elshinta Dody Handoko, Rabu (12/9).

Dikatakannya, kasus korupsi sosialisasi Asian Games 2018 itu adalah kasus lama dan polisi telah menetapkan tiga orang tersangka atas hal itu sejak Erick Thohir masih menjadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). "Kasus sosialisasi atau promosi dana Asian Games tahun 2017 memang dikorupsi oleh 3 tersangka, Sekjen KOI, Bendahara KPI dan penyedia jasa KOI," ungkapnya.

Sebelumnya, Erick  pernah diperiksa sebagai saksi. Tapi dalam pemeriksaan yang dilakukan pada 2017, disebutkan bahwa Erick tidak terlibat dalam penyelewengan dana sosialisasi Asian Games di beberapa tempat itu. "Krimsus pernah memeriksa pak Erick Thohir kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkasa ketiga tersangka tersebut," ucapnya

Kasus itu telah dinyatakan lengkap (P21),  ketiga terdakwanya telah diputus di pengadilan. "Berkas kasus itu sudah dikirim ke JPU dan sudah dinyatakan lengkap serta sudah disidang dan mendapat vonis 4 tahun. Kasus tersebut sudah selesai dan tidak ada lagi pemanggilan Erick Thohir," tandasnya. (dody)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Senin, 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Senin, 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Senin, 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Senin, 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com