Senin, 19 November 2018 | 19:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Demokrat sebut laporan Asia Sentinel terkait Century fiktif

Rabu, 12 September 2018 - 18:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber foto: https://bit.ly/2x9pWzX
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber foto: https://bit.ly/2x9pWzX

Elshinta.com - Partai Demokrat menyebut laporan laman berita Asia Sentinel yang mengaitkan Partai Demokrat serta Susilo Bambang Yudhoyono dengan kasus Bank Century sebagai sebuah laporan kisah fiktif. 

"Semua yang dituliskan di situ tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk. Mengarang sebuah cerita dengan kisah-kisah fiktif yang diolah sebagai seolah kebenaran," kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (12/9).

Dalam laporannya, laman berita Asia Sentinel berjudul "Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy" yang ditulis John Berthelsen menyebutkan adanya konspirasi pencurian uang negara sebesar 12 miliar dolar AS yang melibatkan 30 pejabat negara dan mencucinya melalui perbankan internasional, salah satunya ada keterkaitan SBY dalam kasus Bank Century.

Dalam laporannya Berthelsen mengaku merujuk pada hasil investigasi serta keterangan tertulis dibawah sumpah sejumlah investigator dan pengacara. Dia mengungkapkan bagaimana Bank Century beralih menjadi Bank Mutiara dan akhirnya diambil alih perbankan asal Jepang J Trust dan keterlibatan Demokrat serta SBY. 

"Fakta-fakta selama proses politik maupun proses hukum terkait Century, sama sekali tidak menghubungkan debgan SBY, Demokrat maupun orang Demokrat. Jadi bagi kami itu hanya omong kosong dan fitnah kepada SBY," tegasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Partai Demokrat menyebut laporan laman berita Asia Sentinel yang mengaitkan Partai Demokrat serta Susilo Bambang Yudhoyono dengan kasus Bank Century sebagai sebuah laporan kisah fiktif. 

"Semua yang dituliskan di situ tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk. Mengarang sebuah cerita dengan kisah-kisah fiktif yang diolah sebagai seolah kebenaran," kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (12/9).

Dalam laporannya, laman berita Asia Sentinel berjudul "Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy" yang ditulis John Berthelsen menyebutkan adanya konspirasi pencurian uang negara sebesar 12 miliar dolar AS yang melibatkan 30 pejabat negara dan mencucinya melalui perbankan internasional, salah satunya ada keterkaitan SBY dalam kasus Bank Century.

Dalam laporannya Berthelsen mengaku merujuk pada hasil investigasi serta keterangan tertulis dibawah sumpah sejumlah investigator dan pengacara. Dia mengungkapkan bagaimana Bank Century beralih menjadi Bank Mutiara dan akhirnya diambil alih perbankan asal Jepang J Trust dan keterlibatan Demokrat serta SBY. 

"Fakta-fakta selama proses politik maupun proses hukum terkait Century, sama sekali tidak menghubungkan debgan SBY, Demokrat maupun orang Demokrat. Jadi bagi kami itu hanya omong kosong dan fitnah kepada SBY," tegasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Senin, 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Senin, 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Senin, 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Senin, 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com