Sabtu, 17 November 2018 | 02:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah ditutup melemah akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS

Rabu, 12 September 2018 - 19:10 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2p0IpLf
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2p0IpLf

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (12/9) sore bergerak melemah sebesar 35 poin ke Rp14.856 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.821 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Permintaan dolar AS masih cenderung meningkat seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan diikuti data ekonomi yang positif," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (12/9), dikutip Antara.

Ia mengemukakan indeks optimisme usaha kecil di Amerika Serikat naik menjadi 108,8 pada Agustus dari bulan sebelumnya 107,9. Data selanjutnya yang menjadi perhatian pelaku pasar, yakni PPI (Producer Price Index). "Jika rilis data PPI sesuai estimasi, maka kenaikan dolar AS berpotensi berlanjut terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah" katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, Presiden AS Donald Trump yang menegaskan mengenakan tarif tambahan pada barang asal Tiongkok senilai 267 miliar dolar AS, di luar dari rencana tarif pada barang senilai 200 miliar dolar AS masih membuat kekhawatiran pelaku pasar. "Faktor itu membuat pelaku pasar `wait and see` dan cenderung menahan dananya untuk masuk ke pasar negara berkembang," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (12/9), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.863 dibanding sebelumnya (10/9) di posisi Rp14.835 per dolar AS.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (12/9) sore bergerak melemah sebesar 35 poin ke Rp14.856 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.821 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Permintaan dolar AS masih cenderung meningkat seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan diikuti data ekonomi yang positif," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (12/9), dikutip Antara.

Ia mengemukakan indeks optimisme usaha kecil di Amerika Serikat naik menjadi 108,8 pada Agustus dari bulan sebelumnya 107,9. Data selanjutnya yang menjadi perhatian pelaku pasar, yakni PPI (Producer Price Index). "Jika rilis data PPI sesuai estimasi, maka kenaikan dolar AS berpotensi berlanjut terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah" katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, Presiden AS Donald Trump yang menegaskan mengenakan tarif tambahan pada barang asal Tiongkok senilai 267 miliar dolar AS, di luar dari rencana tarif pada barang senilai 200 miliar dolar AS masih membuat kekhawatiran pelaku pasar. "Faktor itu membuat pelaku pasar `wait and see` dan cenderung menahan dananya untuk masuk ke pasar negara berkembang," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (12/9), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.863 dibanding sebelumnya (10/9) di posisi Rp14.835 per dolar AS.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com