KPAI ungkap temuan sel tahanan SMK di Batam
Rabu, 12 September 2018 - 19:57 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2x9Pq05

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan mengenai keberadaan sel tahanan untuk menghukum siswa di satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Batam, Kepulauan Riau.

"Sekolah itu sudah berdiri lima tahun yang lalu, mungkin waktu sekolah itu dibangun belum ada, tapi seiring berjalannya waktu mungkin ruang tersebut difungsikan untuk sel tahanan," kata Komisioner KPAI Retno Listiyarti saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/9).

Dia mengatakan sel tahanan itu kerap digunakan untuk menghukum peserta didik yang melakukan pelanggaran. Lama penahanannya tergantung tingkat kesalahan, ada yang sampai lebih dari satu hari dalam kasus tertentu.

Sekolah tersebut, menurut laporan yang diterima KPAI, lebih banyak dikendalikan oleh ED, anggota kepolisian sekaligus salah satu pemilik modal sekolah. ED sehari-hari membina kegiatan latihan fisik seperti baris-berbaris. 

Dia menjelaskan, sekolah tersebut memiliki asrama untuk sebagian siswa. Namun, tidak semua orangtua siswa setuju dengan sistem asrama sebab membawa konsekuensi pada biaya pendidikan.

Menurut informasi  yang diterima KPAI, porsi kegiatan belajar mengajar di kelas di sekolah itu lebih pendek dibandingkan di sekolah lain karena sekolah fokus pada latihan semi-militer, yang antara lain mengajari siswa cara menembak menggunakan senapan angin dan tidak sesuai dengan sistem pendidikan nasional. 

"Ini adalah sekolah kejuruan, mestinya yang ditingkatkan adalah kejuruannya, bukan pendidikan fisik. Ini bukan lembaga kepolisian," tegas dia, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:48 WIB
Elshinta.com -Sejak awal Maret 2019 hingga kini sudah sebanyak 10 terduga teroris jaringan Lamp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com -Seorang warga di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, divonis ber...
Senin, 25 Maret 2019 - 20:43 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, Jawa Barat menggelar kon...
Senin, 25 Maret 2019 - 17:36 WIB
Elshinta.com - Petugas Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Nusa Tenggara Barat be...
Minggu, 24 Maret 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menduga Ramyadjie Priamb...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Petugas di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali berhasil m...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:10 WIB
Elshinta.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan bahwa Prov...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Bali bersama Polresta Denpasar dan Polsek Badung masih me...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Keluarga Zulfirman Syah, WNI yang terluka akibat aksi penembakan massal di ...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kemungkinan tersangka baru setelah 10 or...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)