Senin, 19 November 2018 | 02:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

KPAI ungkap temuan sel tahanan SMK di Batam

Rabu, 12 September 2018 - 19:57 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2x9Pq05
Sumber foto: https://bit.ly/2x9Pq05

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan mengenai keberadaan sel tahanan untuk menghukum siswa di satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Batam, Kepulauan Riau.

"Sekolah itu sudah berdiri lima tahun yang lalu, mungkin waktu sekolah itu dibangun belum ada, tapi seiring berjalannya waktu mungkin ruang tersebut difungsikan untuk sel tahanan," kata Komisioner KPAI Retno Listiyarti saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/9).

Dia mengatakan sel tahanan itu kerap digunakan untuk menghukum peserta didik yang melakukan pelanggaran. Lama penahanannya tergantung tingkat kesalahan, ada yang sampai lebih dari satu hari dalam kasus tertentu.

Sekolah tersebut, menurut laporan yang diterima KPAI, lebih banyak dikendalikan oleh ED, anggota kepolisian sekaligus salah satu pemilik modal sekolah. ED sehari-hari membina kegiatan latihan fisik seperti baris-berbaris. 

Dia menjelaskan, sekolah tersebut memiliki asrama untuk sebagian siswa. Namun, tidak semua orangtua siswa setuju dengan sistem asrama sebab membawa konsekuensi pada biaya pendidikan.

Menurut informasi  yang diterima KPAI, porsi kegiatan belajar mengajar di kelas di sekolah itu lebih pendek dibandingkan di sekolah lain karena sekolah fokus pada latihan semi-militer, yang antara lain mengajari siswa cara menembak menggunakan senapan angin dan tidak sesuai dengan sistem pendidikan nasional. 

"Ini adalah sekolah kejuruan, mestinya yang ditingkatkan adalah kejuruannya, bukan pendidikan fisik. Ini bukan lembaga kepolisian," tegas dia, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan mengenai keberadaan sel tahanan untuk menghukum siswa di satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Batam, Kepulauan Riau.

"Sekolah itu sudah berdiri lima tahun yang lalu, mungkin waktu sekolah itu dibangun belum ada, tapi seiring berjalannya waktu mungkin ruang tersebut difungsikan untuk sel tahanan," kata Komisioner KPAI Retno Listiyarti saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/9).

Dia mengatakan sel tahanan itu kerap digunakan untuk menghukum peserta didik yang melakukan pelanggaran. Lama penahanannya tergantung tingkat kesalahan, ada yang sampai lebih dari satu hari dalam kasus tertentu.

Sekolah tersebut, menurut laporan yang diterima KPAI, lebih banyak dikendalikan oleh ED, anggota kepolisian sekaligus salah satu pemilik modal sekolah. ED sehari-hari membina kegiatan latihan fisik seperti baris-berbaris. 

Dia menjelaskan, sekolah tersebut memiliki asrama untuk sebagian siswa. Namun, tidak semua orangtua siswa setuju dengan sistem asrama sebab membawa konsekuensi pada biaya pendidikan.

Menurut informasi  yang diterima KPAI, porsi kegiatan belajar mengajar di kelas di sekolah itu lebih pendek dibandingkan di sekolah lain karena sekolah fokus pada latihan semi-militer, yang antara lain mengajari siswa cara menembak menggunakan senapan angin dan tidak sesuai dengan sistem pendidikan nasional. 

"Ini adalah sekolah kejuruan, mestinya yang ditingkatkan adalah kejuruannya, bukan pendidikan fisik. Ini bukan lembaga kepolisian," tegas dia, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 19:14 WIB

Sambas perlu BNKK tekan peredaran narkoba

Minggu, 18 November 2018 - 18:40 WIB

Hak individu keluarga korban Lion gugat Boeing

Minggu, 18 November 2018 - 17:39 WIB

Korban Lion Air asal Italia belum diserahkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com