Senin, 19 November 2018 | 21:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Siswa ditahan dalam sel SMK Batam alami trauma berat

Rabu, 12 September 2018 - 20:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2x3thky
Sumber foto: https://bit.ly/2x3thky

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa anak yang ditahan di dalam sel di satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Batam, Kepulauan Riau, mengalami trauma berat.

"RS mengalami tekanan psikologis karena mengalami kekerasan fisik dan perundungan lewat dunia maya. Anak tersebut membutuhkan rehabilitasi medis maupun psikis," kata Komisioner KPAI, Retno Listiyarti saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/9). 

Dikutip Antara, Retno menjelaskan bahwa RS pada 8 September 2018 mendapat hukuman karena dituduh teman-temannya mencuri uang sewaktu praktik kerja lapangan di luar kota dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan.

RS sempat berencana kabur dengan naik pesawat untuk kembali ke Batam namun sesampainya di bandara ditangkap oleh satu pembina sekolah berinisial ED, yang langsung membawanya ke sekolah.

Menurut laporan yang diterima KPAI, dalam perjalanan ke sekolah RS mengalami kekerasan fisik dan kemudian disuruh berjalan jongkok di pekarangan sekolah yang beraspal dalam kondisi tangan masih diborgol disaksikan oleh teman-temannya serta didokumentasikan.

RS berada di dalam sel tahanan sekolah selama dua hari dalam keadaan tangan diborgol dan menghadapi tindak kekerasan dari pembina sekolah berinisial ED menurut laporan yang diterima KPAI.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 19 November 2018 - 21:35 WIB

Peralatan olahraga eks Asian Games 2018 diinventarisasi

Bencana Alam | 19 November 2018 - 21:26 WIB

BPBD Purbalingga minta warga waspadai bencana

Aktual Luar Negeri | 19 November 2018 - 21:18 WIB

Kapolri sepakat tingkatkan kerja sama penegakan hukum dengan AS

Hukum | 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:57 WIB

Kodam III Siliwangi tandatangani zona integritas menuju WBK

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:44 WIB

Disnakertrans Karawang khawatir kenaikan UMK memicu PHK

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa anak yang ditahan di dalam sel di satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Batam, Kepulauan Riau, mengalami trauma berat.

"RS mengalami tekanan psikologis karena mengalami kekerasan fisik dan perundungan lewat dunia maya. Anak tersebut membutuhkan rehabilitasi medis maupun psikis," kata Komisioner KPAI, Retno Listiyarti saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/9). 

Dikutip Antara, Retno menjelaskan bahwa RS pada 8 September 2018 mendapat hukuman karena dituduh teman-temannya mencuri uang sewaktu praktik kerja lapangan di luar kota dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan.

RS sempat berencana kabur dengan naik pesawat untuk kembali ke Batam namun sesampainya di bandara ditangkap oleh satu pembina sekolah berinisial ED, yang langsung membawanya ke sekolah.

Menurut laporan yang diterima KPAI, dalam perjalanan ke sekolah RS mengalami kekerasan fisik dan kemudian disuruh berjalan jongkok di pekarangan sekolah yang beraspal dalam kondisi tangan masih diborgol disaksikan oleh teman-temannya serta didokumentasikan.

RS berada di dalam sel tahanan sekolah selama dua hari dalam keadaan tangan diborgol dan menghadapi tindak kekerasan dari pembina sekolah berinisial ED menurut laporan yang diterima KPAI.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 21:26 WIB

BPBD Purbalingga minta warga waspadai bencana

Senin, 19 November 2018 - 20:11 WIB

Gempa 4,0 Magnitudo kembali guncang Mamasa

Senin, 19 November 2018 - 18:08 WIB

Polisi masih selidiki kasus mayat dalam drum

Senin, 19 November 2018 - 17:27 WIB

Polisi identifikasi penumpang Lion Air JT 610

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com