Sabtu, 17 November 2018 | 02:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Pemprov DKI larang TPU jadi tempat hajatan

Rabu, 12 September 2018 - 20:37 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2N5Gfs9
Sumber foto: https://bit.ly/2N5Gfs9

Elshinta.com - Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin melarang penggunaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) sebagai tempat hajatan berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2008.

"Tentunya ada teguran tertulis pada pelanggar, kemudian mereka wajib untuk memperbaiki kerusakan di lokasi," ujarnya, di Jakarta, Rabu (12/9), sebagaiman dikutip Antara.

Perda Nomor 7 Tahun 2008 menjelaskan tentang ketertiban umum yang melarang siapapun memasuki atau berada di jalur hijau atau taman yang bukan untuk umum.

Djafar melanjutkan teguran berupa tertulis dan kewajiban memperbaiki kerusakan di lokasi bagi pelanggar yang menggunakan TPU untuk hajatan.

Sebelumnya, warga Jakarta Timur diberitakan menggunakan TPU sebagai tempat hajatan sebenarnya hanya menggunakan halaman rumahnya yang berbatasan dengan pemakaman. Dalam video yang viral di media sosial, panggung yang menghadap langsung ke petak-petak pemakaman dipenuhi alat musik untuk organ.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin melarang penggunaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) sebagai tempat hajatan berdasarkan Perda Nomor 7 Tahun 2008.

"Tentunya ada teguran tertulis pada pelanggar, kemudian mereka wajib untuk memperbaiki kerusakan di lokasi," ujarnya, di Jakarta, Rabu (12/9), sebagaiman dikutip Antara.

Perda Nomor 7 Tahun 2008 menjelaskan tentang ketertiban umum yang melarang siapapun memasuki atau berada di jalur hijau atau taman yang bukan untuk umum.

Djafar melanjutkan teguran berupa tertulis dan kewajiban memperbaiki kerusakan di lokasi bagi pelanggar yang menggunakan TPU untuk hajatan.

Sebelumnya, warga Jakarta Timur diberitakan menggunakan TPU sebagai tempat hajatan sebenarnya hanya menggunakan halaman rumahnya yang berbatasan dengan pemakaman. Dalam video yang viral di media sosial, panggung yang menghadap langsung ke petak-petak pemakaman dipenuhi alat musik untuk organ.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Uda pada gila kali ya
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com