Selasa, 13 November 2018 | 02:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

BEI berencana bentuk indek saham baru

Rabu, 12 September 2018 - 20:48 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Gedung Bursa Efek Indonesia. Sumber foto: https://bit.ly/2p2SEyK
Gedung Bursa Efek Indonesia. Sumber foto: https://bit.ly/2p2SEyK

Elshinta.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) merencanakan untuk membentuk indeks saham baru sebagai acuan manajer investasi dalam beraktivitas di pasar modal.

"Kami mengundang para manajer investasi, kita hearing dan sampai pada kesimpulan untuk menerbitkan yang 'most liquid', tetapi juga free float (jumlah saham beredar)," ujar Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi kepada Antara di Jakarta, Rabu (12/9).

Ia mengatakan pembentukan indeks saham baru itu juga berdasarkan praktik pada umumnya di beberapa bursa dunia, misalnya indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan indeks The Financial Times Stock Exchange (FTSE).

Ia mengemukakan kriteria saham-saham yang masuk dalam indeks baru itu tidak akan jauh berbeda dengan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45).

Rencananya, lanjut dia, maksimal efek yang masuk dalam komposisi indeks saham baru itu sebanyak 70 saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. "Diharapkan menjadi acuan penerbitan reksa dana dan exchange traded Fund (ETF)," tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) merencanakan untuk membentuk indeks saham baru sebagai acuan manajer investasi dalam beraktivitas di pasar modal.

"Kami mengundang para manajer investasi, kita hearing dan sampai pada kesimpulan untuk menerbitkan yang 'most liquid', tetapi juga free float (jumlah saham beredar)," ujar Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi kepada Antara di Jakarta, Rabu (12/9).

Ia mengatakan pembentukan indeks saham baru itu juga berdasarkan praktik pada umumnya di beberapa bursa dunia, misalnya indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan indeks The Financial Times Stock Exchange (FTSE).

Ia mengemukakan kriteria saham-saham yang masuk dalam indeks baru itu tidak akan jauh berbeda dengan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45).

Rencananya, lanjut dia, maksimal efek yang masuk dalam komposisi indeks saham baru itu sebanyak 70 saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. "Diharapkan menjadi acuan penerbitan reksa dana dan exchange traded Fund (ETF)," tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com