Selasa, 13 November 2018 | 02:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

PSI tanggapi soal `tempe setipis ATM`

Kamis, 13 September 2018 - 07:07 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
PSI. Sumber foto: https://bit.ly/2CXeGMW
PSI. Sumber foto: https://bit.ly/2CXeGMW

Elshinta.com - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Kepemudaan, Dedek Prayudi mengatakan, Sandiaga Uno dan Partai Gerindra sengaja menggulirkan isu "tempe setipis kartu ATM" untuk menutupi isu Partai Demokrat yang bermain dua kaki.

"Saya pikir isu ini sengaja digulirkan untuk menutupi ketidakmampuan mereka dalam menjaga soliditas koalisi mereka, terutama soal kegagalan Gerindra meraih dukungan penuh Demokrat di dalam koalisi yang sangat didominasi Gerindra itu," kata Dedek Prayudi, di Jakarta, Rabu (12/9).

Meski secara resmi Partai Demokrat menyokong pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden-wakil presiden, DPP Partai Demokrat tidak mempermasalahkan pengurus daerah partai itu yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Uki, sapaan akrab Dedek Prayudi, juga membatah pernyataan Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade yang menilai ucapan Sandiaga Uno soal tempe setipis kartu ATM adalah masukan untuk pemerintah.

Menurut dia,  memberikan masukan dapat dikategorikan mengoreksi ketika menawarkan solusi yang lebih baik. Apalagi yang menyampaikan bakal calon wakil presiden.

"Kami menilai bahwa mengatakan tempe setipis kartu ATM tidak ada unsur koreksi, tapi justru nyinyiran yang butuh dikoreksi. Bang Andre mesti jujur dalam melihat ini, kalau salah ya salah," kata dia.

Politikus muda ini mengatakan bila Sandiaga bermaksud memberikan masukan terkait dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS maka seharusnya masukan konkret ditujukan kepada langkah-langkah normalisasi yang harus diambil pemerintah. 

"Kalau ingin mengoreksi atau memberikan masukan, seharusnya Pak Sandiaga sudah masuk ke ranah solusi," katanya.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi sudah menelurkan empat kebijakan terkait kenaikan dolar, termasuk menekan impor, memaksimalkan konten domestik untuk konsumsi dan meningkatkan investasi. "Harusnya masukannya berada di area itu," tandas Uki, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Kepemudaan, Dedek Prayudi mengatakan, Sandiaga Uno dan Partai Gerindra sengaja menggulirkan isu "tempe setipis kartu ATM" untuk menutupi isu Partai Demokrat yang bermain dua kaki.

"Saya pikir isu ini sengaja digulirkan untuk menutupi ketidakmampuan mereka dalam menjaga soliditas koalisi mereka, terutama soal kegagalan Gerindra meraih dukungan penuh Demokrat di dalam koalisi yang sangat didominasi Gerindra itu," kata Dedek Prayudi, di Jakarta, Rabu (12/9).

Meski secara resmi Partai Demokrat menyokong pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden-wakil presiden, DPP Partai Demokrat tidak mempermasalahkan pengurus daerah partai itu yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Uki, sapaan akrab Dedek Prayudi, juga membatah pernyataan Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade yang menilai ucapan Sandiaga Uno soal tempe setipis kartu ATM adalah masukan untuk pemerintah.

Menurut dia,  memberikan masukan dapat dikategorikan mengoreksi ketika menawarkan solusi yang lebih baik. Apalagi yang menyampaikan bakal calon wakil presiden.

"Kami menilai bahwa mengatakan tempe setipis kartu ATM tidak ada unsur koreksi, tapi justru nyinyiran yang butuh dikoreksi. Bang Andre mesti jujur dalam melihat ini, kalau salah ya salah," kata dia.

Politikus muda ini mengatakan bila Sandiaga bermaksud memberikan masukan terkait dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS maka seharusnya masukan konkret ditujukan kepada langkah-langkah normalisasi yang harus diambil pemerintah. 

"Kalau ingin mengoreksi atau memberikan masukan, seharusnya Pak Sandiaga sudah masuk ke ranah solusi," katanya.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi sudah menelurkan empat kebijakan terkait kenaikan dolar, termasuk menekan impor, memaksimalkan konten domestik untuk konsumsi dan meningkatkan investasi. "Harusnya masukannya berada di area itu," tandas Uki, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com