Kemhan: Waspadai ancaman di tahun politik
Kamis, 13 September 2018 - 07:19 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Pemilu 2019. Sumber foto: https://bit.ly/2OeHxOf

Elshinta.com - Seluruh elemen masyarakat diingatkan untuk mewaspadai ancaman-ancaman yang terjadi di tahun politik. 

Hal itu seperti dikatakan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Bondan Tiara Sofyan, di Jakarta, Rabu (12/9).
   
"Masih ada potensi ancaman di tahun politik 2019, terutama potensi terbelahnya masyarakat pada saat menjelang dan pasca-Pilpres 2019," kata Bondan, dikutip Antara. 

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah terpolarisasi atau terbagi dua kelompok sebagai pendukung dua pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 
 
"Sekarang sudah polarisasi cuma dua calon presiden, itu sangat mungkin terpolarisasi," ucapnya.
 
Dengan adanya terpolarisasi ini, maka kata dia, sangat rawan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Kita harus waspada jangan sampai itu ditunggangi," tutur Bondan. 
   
Sementara itu, Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani menilai, saat ini kemajuan teknologi informasi membuat media sosial sudah melebihi kemampuan dari media massa. 

Menurut dia, kekuatan media sosial pun sudah dijadikan rujukan masyarakat dalam mencari informasi, baik itu informasi hoax atau pun informasi yang benar. 
 
"Dengan kondisi seperti itu, maka kekuatan media sosial menjadi ancaman multidimensional," katanya. 
   
Jaleswari menambahkan, ancaman kini tidak hanya invasi militer, namun ancaman juga bentuknya melalui ekonomi, sosial, hukum, budaya dan lain-lain. "Tidak berwujud di satu sektor saja, tapi sudah multidimensional," katanya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 20 Maret 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wira...
Senin, 18 Maret 2019 - 13:22 WIB
Elshinta.com - Sehubungan dengan tragedi penembakan di Masjid Al-Noor dan Lindwood di Christchurch, ...
Jumat, 15 Maret 2019 - 07:45 WIB
Elshinta.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengajak akademisi untuk merawat Negara...
Selasa, 12 Maret 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kapasitas militer di Papua perlu diti...
Selasa, 12 Maret 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri tela...
Sabtu, 09 Maret 2019 - 06:57 WIB
Elshinta.com - Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Teuku Umar-385 Satuan Kapal Eskorta (Sat...
Sabtu, 09 Maret 2019 - 06:44 WIB
Elshinta.com - Jajaran Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Kab...
Jumat, 08 Maret 2019 - 11:13 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai TNI perlu melakukan operasi yang lebi...
Jumat, 08 Maret 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com - Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat kontak tembak dengan Kelompok Kri...
Jumat, 08 Maret 2019 - 07:31 WIB
Elshinta.com - Pasukan TNI yang berada di Kabupaten Nduga dua kali diserang oleh Kelompok ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)