Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hankam

Kemhan: Waspadai ancaman di tahun politik

Kamis, 13 September 2018 - 07:19 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Pemilu 2019. Sumber foto: https://bit.ly/2OeHxOf
Pemilu 2019. Sumber foto: https://bit.ly/2OeHxOf

Elshinta.com - Seluruh elemen masyarakat diingatkan untuk mewaspadai ancaman-ancaman yang terjadi di tahun politik. 

Hal itu seperti dikatakan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Bondan Tiara Sofyan, di Jakarta, Rabu (12/9).
   
"Masih ada potensi ancaman di tahun politik 2019, terutama potensi terbelahnya masyarakat pada saat menjelang dan pasca-Pilpres 2019," kata Bondan, dikutip Antara. 

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah terpolarisasi atau terbagi dua kelompok sebagai pendukung dua pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 
 
"Sekarang sudah polarisasi cuma dua calon presiden, itu sangat mungkin terpolarisasi," ucapnya.
 
Dengan adanya terpolarisasi ini, maka kata dia, sangat rawan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Kita harus waspada jangan sampai itu ditunggangi," tutur Bondan. 
   
Sementara itu, Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani menilai, saat ini kemajuan teknologi informasi membuat media sosial sudah melebihi kemampuan dari media massa. 

Menurut dia, kekuatan media sosial pun sudah dijadikan rujukan masyarakat dalam mencari informasi, baik itu informasi hoax atau pun informasi yang benar. 
 
"Dengan kondisi seperti itu, maka kekuatan media sosial menjadi ancaman multidimensional," katanya. 
   
Jaleswari menambahkan, ancaman kini tidak hanya invasi militer, namun ancaman juga bentuknya melalui ekonomi, sosial, hukum, budaya dan lain-lain. "Tidak berwujud di satu sektor saja, tapi sudah multidimensional," katanya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Seluruh elemen masyarakat diingatkan untuk mewaspadai ancaman-ancaman yang terjadi di tahun politik. 

Hal itu seperti dikatakan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Bondan Tiara Sofyan, di Jakarta, Rabu (12/9).
   
"Masih ada potensi ancaman di tahun politik 2019, terutama potensi terbelahnya masyarakat pada saat menjelang dan pasca-Pilpres 2019," kata Bondan, dikutip Antara. 

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah terpolarisasi atau terbagi dua kelompok sebagai pendukung dua pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 
 
"Sekarang sudah polarisasi cuma dua calon presiden, itu sangat mungkin terpolarisasi," ucapnya.
 
Dengan adanya terpolarisasi ini, maka kata dia, sangat rawan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Kita harus waspada jangan sampai itu ditunggangi," tutur Bondan. 
   
Sementara itu, Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani menilai, saat ini kemajuan teknologi informasi membuat media sosial sudah melebihi kemampuan dari media massa. 

Menurut dia, kekuatan media sosial pun sudah dijadikan rujukan masyarakat dalam mencari informasi, baik itu informasi hoax atau pun informasi yang benar. 
 
"Dengan kondisi seperti itu, maka kekuatan media sosial menjadi ancaman multidimensional," katanya. 
   
Jaleswari menambahkan, ancaman kini tidak hanya invasi militer, namun ancaman juga bentuknya melalui ekonomi, sosial, hukum, budaya dan lain-lain. "Tidak berwujud di satu sektor saja, tapi sudah multidimensional," katanya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com