Sabtu, 17 November 2018 | 02:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Empat bocah telan pil ekstasi yang disangka permen

Kamis, 13 September 2018 - 07:30 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi - Ekstasi. Sumber foto: https://bit.ly/2p0xukC
Ilustrasi - Ekstasi. Sumber foto: https://bit.ly/2p0xukC

Elshinta.com - Empat anak SD Bukit Batu, Bengkalis, Riau, sempat berbagi pil ekstasi yang disangka permen dan menelannya. Belakangan diketahui, pil setan itu milik orang tua korban yang tertinggal di mobil.

“HR (46) orang tua dari anak korban yang menghisap ekstasi mengakui kalau dia membelinya dari tempat hiburan malam di Pekanbaru,” kata Kasat Res Narkoba Polres Bengkalis, AKP Syafrizal, Rabu (12/9), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Syafrizal mengungkapkan, kini HR telah ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam keterangannya kepada penyidik, HR mengakui jika dirinya bersama teman-temannya mendatangi tempat hiburan di kawasan Jalan Sudirman, Pekanbaru. Di tempat hiburan malam itu, tersangka membeli pil ekstasi. Pil itu dibawa pulang ke rumah dan diletakkan di dalam mobil. 

Pada Senin (10/9), anak HR yang baru usia dua tahun menemukan pil ekstasi warna hijau di dalam mobil. Si anak memberikan pil setan itu ke kakaknya yang berusia 8 tahun.

“Disangka permen, si kakak membagikan ke tiga teman lainnya. Mereka menghisap pil itu, satu di antara bocah itu membuangnya karena merasa pahit,” kata Syafrizal.

Untuk tiga anak lainnya, terlanjur menghisap. Akibatnya ketiga bocah usia 7 sampai 9 tahun itu pun teler alias mengalami pusing.

“Ketiganya pun dilarikan ke Puskesmas setempat. Mereka mendapat perawatan medis, kini kondisinya sudah membaik,” kata Syafrizal.

Saat ini pihak kepolisian melakukan pendalaman untuk mengembangkan dari siapa tersangka mendapatkan pil ekstasi tersebut. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Empat anak SD Bukit Batu, Bengkalis, Riau, sempat berbagi pil ekstasi yang disangka permen dan menelannya. Belakangan diketahui, pil setan itu milik orang tua korban yang tertinggal di mobil.

“HR (46) orang tua dari anak korban yang menghisap ekstasi mengakui kalau dia membelinya dari tempat hiburan malam di Pekanbaru,” kata Kasat Res Narkoba Polres Bengkalis, AKP Syafrizal, Rabu (12/9), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Syafrizal mengungkapkan, kini HR telah ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam keterangannya kepada penyidik, HR mengakui jika dirinya bersama teman-temannya mendatangi tempat hiburan di kawasan Jalan Sudirman, Pekanbaru. Di tempat hiburan malam itu, tersangka membeli pil ekstasi. Pil itu dibawa pulang ke rumah dan diletakkan di dalam mobil. 

Pada Senin (10/9), anak HR yang baru usia dua tahun menemukan pil ekstasi warna hijau di dalam mobil. Si anak memberikan pil setan itu ke kakaknya yang berusia 8 tahun.

“Disangka permen, si kakak membagikan ke tiga teman lainnya. Mereka menghisap pil itu, satu di antara bocah itu membuangnya karena merasa pahit,” kata Syafrizal.

Untuk tiga anak lainnya, terlanjur menghisap. Akibatnya ketiga bocah usia 7 sampai 9 tahun itu pun teler alias mengalami pusing.

“Ketiganya pun dilarikan ke Puskesmas setempat. Mereka mendapat perawatan medis, kini kondisinya sudah membaik,” kata Syafrizal.

Saat ini pihak kepolisian melakukan pendalaman untuk mengembangkan dari siapa tersangka mendapatkan pil ekstasi tersebut. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 19:47 WIB

Ini kronologis pembunuhan satu keluarga di Bekasi

Jumat, 16 November 2018 - 18:59 WIB

Tim DVI kembali identifikasi tiga korban Lion Air

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com