Minggu, 18 November 2018 | 09:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Asia Pasific

Pemimpin Kamboja minta dunia tidak campuri politik Indochina

Kamis, 13 September 2018 - 07:25 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Sumber Foto: https://bit.ly/2QoScr5
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Sumber Foto: https://bit.ly/2QoScr5

Elshinta.com - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Rabu (12/9) menyatakan negara di luar Indochina terlalu kritis terhadap politik di kawasan tersebut dan bahwa wilayah itu harus dibiarkan memecahkan masalahnya.

Dalam pidato bersama pemimpin lain kawasan itu, Hun Sen menunjuk kecaman asing terhadap pemilihan umum negaranya baru-baru ini, yang dilihat banyak orang sebagai lelucon setelah partai oposisi utama dibubarkan. Ia juga mengutip kecaman dunia atas kekerasan terhadap suku Rohingya di Myanmar.

"Negara di luar kawasan ini selalu mengkritik kami dan memberitahu kami yang harus dilakukan," kata Hun Sen di diskusi panel dengan pemimpin dari Myanmar, Thailand, Vietnam dan Laos di Forum Ekonomi Dunia tentang ASEAN di Hanoi.

"Saya mengangkat masalah ini bukan sebagai pesan untuk negara tertentu, tapi saya ingin mengatakan bahwa negara Mekong ini korban politik. Jadi, saya minta orang luar kawasan ini, yang tidak tahu tentang masalah, membiarkan kami menyelesaikan masalah kami," katanya.

Partai Rakyat Kamboja Hun Sen merebut semua 125 kursi parlemen dalam pemilihan umum pada Juli, yang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara Barat katakan cacat karena antara lain tiada oposisi mumpuni.

Oposisi Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja (CNRP) dibubarkan pada akhir tahun lalu menjelang pemilihan umum tersebut.

Hun Sen juga menyatakan Myanmar, yang tentaranya dituduh Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan pembantaian dan pemerkosaan bergerombol terhadap warga Rohingya dengan niat pemunahan, salah dipahami.

Myanmar membantah tuduhan melakukan kekejaman, dengan menyatakan tentara melakukan tindakan sah terhadap pemberontak. "Ia dituduh melakukan pemunahan, tapi apakah Anda semua mengerti tentang Myanmar? Apakah Anda tahu tentang Myanmar? Mereka harus menyelesaikan banyak masalah berat dalam kaitan dengan keamanan," demikian Antara dari Reuters.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Rabu (12/9) menyatakan negara di luar Indochina terlalu kritis terhadap politik di kawasan tersebut dan bahwa wilayah itu harus dibiarkan memecahkan masalahnya.

Dalam pidato bersama pemimpin lain kawasan itu, Hun Sen menunjuk kecaman asing terhadap pemilihan umum negaranya baru-baru ini, yang dilihat banyak orang sebagai lelucon setelah partai oposisi utama dibubarkan. Ia juga mengutip kecaman dunia atas kekerasan terhadap suku Rohingya di Myanmar.

"Negara di luar kawasan ini selalu mengkritik kami dan memberitahu kami yang harus dilakukan," kata Hun Sen di diskusi panel dengan pemimpin dari Myanmar, Thailand, Vietnam dan Laos di Forum Ekonomi Dunia tentang ASEAN di Hanoi.

"Saya mengangkat masalah ini bukan sebagai pesan untuk negara tertentu, tapi saya ingin mengatakan bahwa negara Mekong ini korban politik. Jadi, saya minta orang luar kawasan ini, yang tidak tahu tentang masalah, membiarkan kami menyelesaikan masalah kami," katanya.

Partai Rakyat Kamboja Hun Sen merebut semua 125 kursi parlemen dalam pemilihan umum pada Juli, yang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara Barat katakan cacat karena antara lain tiada oposisi mumpuni.

Oposisi Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja (CNRP) dibubarkan pada akhir tahun lalu menjelang pemilihan umum tersebut.

Hun Sen juga menyatakan Myanmar, yang tentaranya dituduh Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan pembantaian dan pemerkosaan bergerombol terhadap warga Rohingya dengan niat pemunahan, salah dipahami.

Myanmar membantah tuduhan melakukan kekejaman, dengan menyatakan tentara melakukan tindakan sah terhadap pemberontak. "Ia dituduh melakukan pemunahan, tapi apakah Anda semua mengerti tentang Myanmar? Apakah Anda tahu tentang Myanmar? Mereka harus menyelesaikan banyak masalah berat dalam kaitan dengan keamanan," demikian Antara dari Reuters.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 07:21 WIB

Jokowi bahas perdagangan dengan Xi Jinping

Jumat, 16 November 2018 - 20:36 WIB

Kemenpan-RB inspeksi KJRI Hong Kong

Jumat, 16 November 2018 - 18:26 WIB

KJRI Jeddah minta perusahaan bayarkan gaji TKI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com