Pemimpin Kamboja minta dunia tidak campuri politik Indochina
Elshinta
Kamis, 13 September 2018 - 07:25 WIB |
Pemimpin Kamboja minta dunia tidak campuri politik Indochina
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Sumber Foto: https://bit.ly/2QoScr5

Elshinta.com - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Rabu (12/9) menyatakan negara di luar Indochina terlalu kritis terhadap politik di kawasan tersebut dan bahwa wilayah itu harus dibiarkan memecahkan masalahnya.

Dalam pidato bersama pemimpin lain kawasan itu, Hun Sen menunjuk kecaman asing terhadap pemilihan umum negaranya baru-baru ini, yang dilihat banyak orang sebagai lelucon setelah partai oposisi utama dibubarkan. Ia juga mengutip kecaman dunia atas kekerasan terhadap suku Rohingya di Myanmar.

"Negara di luar kawasan ini selalu mengkritik kami dan memberitahu kami yang harus dilakukan," kata Hun Sen di diskusi panel dengan pemimpin dari Myanmar, Thailand, Vietnam dan Laos di Forum Ekonomi Dunia tentang ASEAN di Hanoi.

"Saya mengangkat masalah ini bukan sebagai pesan untuk negara tertentu, tapi saya ingin mengatakan bahwa negara Mekong ini korban politik. Jadi, saya minta orang luar kawasan ini, yang tidak tahu tentang masalah, membiarkan kami menyelesaikan masalah kami," katanya.

Partai Rakyat Kamboja Hun Sen merebut semua 125 kursi parlemen dalam pemilihan umum pada Juli, yang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara Barat katakan cacat karena antara lain tiada oposisi mumpuni.

Oposisi Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja (CNRP) dibubarkan pada akhir tahun lalu menjelang pemilihan umum tersebut.

Hun Sen juga menyatakan Myanmar, yang tentaranya dituduh Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan pembantaian dan pemerkosaan bergerombol terhadap warga Rohingya dengan niat pemunahan, salah dipahami.

Myanmar membantah tuduhan melakukan kekejaman, dengan menyatakan tentara melakukan tindakan sah terhadap pemberontak. "Ia dituduh melakukan pemunahan, tapi apakah Anda semua mengerti tentang Myanmar? Apakah Anda tahu tentang Myanmar? Mereka harus menyelesaikan banyak masalah berat dalam kaitan dengan keamanan," demikian Antara dari Reuters.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
IMF revisi proyeksi ekonomi Asia, terkontraksi 1,6 persen tahun ini
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:36 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (30/6) merevisi turun proyeksi ekonomi Asia di tengah m...
Jenazah 33 WNI tertahan di Kuala Lumpur segera diterbangkan
Jumat, 19 Juni 2020 - 14:59 WIB
Sebanyak 33 jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Kuala Lumpur karena kendala penerb...
Tiongkok laporkan 11 kasus baru COVID-19, tujuh kasus OTG
Sabtu, 13 Juni 2020 - 12:12 WIB
Tiongkok melaporkan 11 kasus baru COVID-19 dan tujuh kasus orang tanpa gejala (OTG) pada 12 Juni, me...
Korut: AS tak punya kedudukan untuk komentari masalah antar-Korea
Kamis, 11 Juni 2020 - 11:26 WIB
Korea Utara pada Kamis (11/6) menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki posisi untuk mengomen...
Indonesia dan menteri ekonomi ASEAN sepakat hadapi pandemi COVID-19
Jumat, 05 Juni 2020 - 20:27 WIB
Indonesia dan menteri ekonomi negara ASEAN sepakat menghadapi pandemi COVID-19 melalui pertemuan The...
Korsel kembali berlakukan karantina, Dubes RI keluarkan imbauan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:39 WIB
Setelah otoritas Korea Selatan mengumumkan pemberlakuan kembali langkah-langkah karantina di area Se...
Bar dan restauran di Jepang kembali dibuka pascapelonggaran pembatasan
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:11 WIB
Ketika restoran dan bar Jepang perlahan-lahan mulai dibuka kembali pascapelonggaran pembatasan akiba...
Sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney kembali buka
Selasa, 28 April 2020 - 21:11 WIB
Otoritas di Australia membuka sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney, Selasa, setelah tutup beberap...
325 petugas kesehatan di Malaysia positif COVID-19
Jumat, 24 April 2020 - 07:46 WIB
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan hingga Kamis (23/4) terdapat sebanyak 325 petugasnya...
Irak longgarkan `lockdown` menjelang Ramadan
Rabu, 22 April 2020 - 18:57 WIB
Irak pada Selasa (21/4) mengurangi aturan `lockdown` (karantina wilayah) terkait COVID-19 dengan men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV