Minggu, 18 November 2018 | 09:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Polda Metro akan kaji lagi wacana permanenkan ganjil genap

Kamis, 13 September 2018 - 08:13 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MKDaOb
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MKDaOb

Elshinta.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf mengungkapkan, kebijakan pembatasan kendaraan melalui ganjil genap di Jakarta bisa saja dipermanenkan. Namun pihaknya perlu lebih dulu memperhitungkan dampak positif dan negatifnya. 

Menurut Kombes Pol Yusuf, hal itu baru bisa dievaluasi setelah gelaran Asian Para Games 2018 pada Oktober mendatang.

“Masalah ganjil genap dipermanenkan? Kami akan kaji dulu dari hasil dari Asian Para Games, baru setelah itu kita akan koordinasikan dengan beberapa instansi terkait,” kata Yusuf di acara Forum Perhubungan ‘Plus Minus Ganjil Genap Asian Games 2018’, Jakarta, Rabu (12/9), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Yusuf memaparkan, jika dengan kajian saat ini, ganjil genap sendiri berimbas sangat positif jika dilihat dari aspek kerugian kemacetan. Volume kendaraan di beberapa ruas jalan alternatif diakuinya naik, namun relatif tidak terlalu tinggi lonjakannya.

“Berdasarkan kajian kita, adanya ganjil genap kecepatan (kendaraan) naik 37%. Kemudian jalan arteri di sampingnya (jalan) yang terdampak ganjil genap, ada penurunan (kecepatan kendaraan) 2-3%. Jadi kalau dalam kekurangan dan kelebihan, masih lebih banyak kelebihan,” kata Yusuf.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan merilis data kebijakan ganjil genap di Jakarta membuat peningkatan pengguna angkutan umum sebesar 45% dan rasio perbandingan volume lalu lintas dengan kapasitas jalan mengalami penurunan sebesar 20,37%. Kemudian kualitas lingkungan dengan perubahan emisi CO2 mengalami penurunan sebesar 20,30%, dan terakhir perubahan kecepatan rata-rata lalu lintas mengalami peningkatan sebesar 44,08%. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf mengungkapkan, kebijakan pembatasan kendaraan melalui ganjil genap di Jakarta bisa saja dipermanenkan. Namun pihaknya perlu lebih dulu memperhitungkan dampak positif dan negatifnya. 

Menurut Kombes Pol Yusuf, hal itu baru bisa dievaluasi setelah gelaran Asian Para Games 2018 pada Oktober mendatang.

“Masalah ganjil genap dipermanenkan? Kami akan kaji dulu dari hasil dari Asian Para Games, baru setelah itu kita akan koordinasikan dengan beberapa instansi terkait,” kata Yusuf di acara Forum Perhubungan ‘Plus Minus Ganjil Genap Asian Games 2018’, Jakarta, Rabu (12/9), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Yusuf memaparkan, jika dengan kajian saat ini, ganjil genap sendiri berimbas sangat positif jika dilihat dari aspek kerugian kemacetan. Volume kendaraan di beberapa ruas jalan alternatif diakuinya naik, namun relatif tidak terlalu tinggi lonjakannya.

“Berdasarkan kajian kita, adanya ganjil genap kecepatan (kendaraan) naik 37%. Kemudian jalan arteri di sampingnya (jalan) yang terdampak ganjil genap, ada penurunan (kecepatan kendaraan) 2-3%. Jadi kalau dalam kekurangan dan kelebihan, masih lebih banyak kelebihan,” kata Yusuf.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan merilis data kebijakan ganjil genap di Jakarta membuat peningkatan pengguna angkutan umum sebesar 45% dan rasio perbandingan volume lalu lintas dengan kapasitas jalan mengalami penurunan sebesar 20,37%. Kemudian kualitas lingkungan dengan perubahan emisi CO2 mengalami penurunan sebesar 20,30%, dan terakhir perubahan kecepatan rata-rata lalu lintas mengalami peningkatan sebesar 44,08%. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Minggu, 18 November 2018 - 07:34 WIB

Kemenpan-RB tetapkan nilai ambang batas CPNS sebesar 298

Sabtu, 17 November 2018 - 21:27 WIB

AHY: Penyebar hoax atau fitnah musuh bersama bangsa

Sabtu, 17 November 2018 - 21:15 WIB

AHY: Muslim Indonesia rahmatanlil`alamin

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com