Titik panas di Sumatera bertambah
Kamis, 13 September 2018 - 08:36 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LOu69M/Elshinta.

Elshinta.com - Jumlah titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera bertambah dari 150 menjadi 154 menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (13/9).

Menurut data hasil pencitraan satelit Terra & Aqua yang terakhir diperbarui pukul 06.00 WIB, Sumatera Selatan masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 77 titik panas disusul Lampung (33), Bangka Belitung (14), Bengkulu (13), Riau (9), Sumatera Barat (4), Jambi (3) dan Kepulauan Riau (1).

Titik-titik panas Riau tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu (4), Rokan Hilir (2), serta Bengkalis, Pelalawan dan Kepulauan Meranti masing-masing dengan satu titik panas.

Dari seluruh titik panas Riau, ada dua yang merupakan titik api, masing-masing satu di Indragiri Hulu dan Pelalawan.

BMKG menyatakan Riau berada dalam masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan sejak Agustus, sehingga hujan belum merata.

Stasiun klimatologi BMKG mengeluarkan peringatan mengenai dua daerah di Riau yang rawan kebakaran hutan dan lahan karena mengalami hari tanpa hujan cukup panjang.

Mengutip dari Antara, Kecamatan Rantau Kopar di Kabupaten Rokan Hilir tidak hujan berturut-turut selama 13 hari, dan Kecamatan Ukui di Kabupaten Pelalawan sudah 24 hari berturut-turut tidak hujan menurut Staf Analisa Stasiun Klimatologi Tambang Provinsi Riau, Ardhitama, kepada Antara di Pekanbaru.

Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Riau sudah mengeluarkan ultimatum tegas untuk menghukum pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Komandan Satgas Karhutla Riau, Komandan Resort Militer 031/WB Brigjen TNI Sonny Aprianto, telah memerintahkan jajarannya menembak pembakar hutan dan lahan. "Saya menyatakan 99 persen kebakaran hutan dan lahan di Riau ini adalah akibat ulah manusia dan itu disengaja. Sehingga saya menegaskan pada hari ini, selanjutnya memerintahkan kepada para Dandim, apabila tertangkap tangan atau ditemukan oknum pembakar lahan yang disengaja untuk tembak di tempat," katanya pada pertengahan Agustus.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com -Sedikitnya 10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com -Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan 72,4 persen jalan di provinsi ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)