Kemendes: Satgas dana desa siap audit laporan
Kamis, 13 September 2018 - 10:16 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2PmoGBN

Elshinta.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyatakan Satuan Tugas Dana Desa siap melakukan audit terhadap laporan penyelewengan penggunaan dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat ke desa-desa.

"Untuk pengawasan dana desa kita gunakan pengawasan yang dimiliki pemerintah. Kemendes juga memiliki Satgas Dana Desa," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Anwar Sanusi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/9).

Dengan demikian, kata dia, kalau misalnya ada indikasi beberapa penyelewengan dana desa, masyarakat bisa menghubungi Satgas Dana Desa melalui 'call center' di nomor 15040 untuk menyampaikan laporan.

Anwar menjelaskan, Satgas Dana Desa yang dibentuk kementeriannya tersebut anggotanya mengambil dari perwakilan perwakilan lembaga negara. Selain itu, ada juga dari mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Dan Pak Bibit (Bibit Samad Rianto) itu yang menjadi ketua, selain itu ada juga para inspektur dari kementerian yang mereka akan siap untuk kita turunkan melakukan audit terkait dengan penyelewengan dana desa," katanya, seperti dikutip Antara.

Selain Satgas Dana Desa, lanjut Anwar, dalam pengawasan dana desa di tingkat daerah juga melibatkan instansi pemerintah setempat seperti Inspektur daerah dan inspektur kabupaten.

Terkait dengan dana desa itu, menurut dia, perhatian dan komitmen pemerintah untuk pembangunan desa sudah tidak diragukan lagi, karena jumlah dana desa tidak pernah mengalami penurunun bahkan meningkat secara signifikan. "Kalau kita mendengar pidato Pak Presiden bahwa tahun 2019 dana desa ditingkatkan dari sebesar Rp60 trilun menjadi Rp73 triliun. Artinya apa, ini merupakan kesempatan emas dari masyarakat desa untuk songsong harapannya," katanya.

Selain itu, lanjut Sekjen, menjadi kesempatan bagi desa untuk mewujudkan cita-cita masyarakat desa, mengejar ketertinggalan dari kemajuan wilayah perkotaaan dan mengejar ketertinggalan dari wilayah yang lain.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com - Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Gr...
Rabu, 23 Januari 2019 - 15:02 WIB
Elshinta.com - Tiga daerah di wilayah kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara memprogramkan d...
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Program vokasi operasi dan pemeliharaan pembangkit batu bara bersih yang di...
Rabu, 23 Januari 2019 - 13:30 WIB
Elshinta.com -Bantuan sosial (Program Keluarga Harapan) berdampak terhadap penurunan kasus stun...
Rabu, 23 Januari 2019 - 11:44 WIB
Elshinta.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden Joko Widodo da...
Rabu, 23 Januari 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com -Keluarga hingga saat ini masih berharap pembebasan terpidana kasus terorisme Abu ...
Rabu, 23 Januari 2019 - 07:50 WIB
Elshinta.com -Banjir akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya air Sungai Jeneberang...
Rabu, 23 Januari 2019 - 07:12 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar t...
Rabu, 23 Januari 2019 - 06:40 WIB
Elshinta.com - Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, Selasa (22/01), Badan Meteoro...
Selasa, 22 Januari 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo berupaya mengurai kepadatan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)