Sabtu, 22 September 2018 | 22:52 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

Gaya Hidup / Kesehatan

Campak-rubella serang 200 anak di Kepulauan Riau

Kamis, 13 September 2018 - 10:27 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto:  https://bit.ly/2x58FbS
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2x58FbS

Elshinta.com - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan bahwa sejak 2017 sampai tahun ini campak dan rubella sudah menyerang sekitar 200 anak di wilayah kerjanya.

"Selama tahun lalu sampai tahun ini, sudah 200 anak yang dideteksi campak dan rubella," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana di Batam, Kamis (13/9).

Guna menekan penularan dan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella, menurut dia, pemerintah terus berusaha mendorong warga menyertakan anak-anak mereka yang berusia sembilan bulan hingga 15 tahun dalam program imunisasi campak-rubella (Measles-Rubella/MR). "Jangan sampai terjadi wabah," kata dia.

Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kepri menggalakkan sosialisasi imunisasi MR karena hingga pekan kedua September baru 38 persen dari 608.124 anak di provinsi itu yang menerima vaksin.

Cakupan vaksinasi MR pada anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun di Kepulauan Riau menjadi nomor delapan terburuk di Indonesia setelah Riau yang cakupan imunisasinya baru 18,47 persen hingga September.

Tjetjep mengatakan cakupan imunisasi MR rendah karena meski pemerintah terus berusaha menyosialisasikan pentingnya vaksinasi bagi kesehatan anak, masih ada warga yang menolaknya menyusul pro dan kontra mengenai kehalalan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi MR. "Masalahnya, masyarakat terlanjur khawatir dengan yang haram kemarin, meski sudah ada klarifikasi bahwa dibolehkan. Sangat berat memberikan keyakinan kepada masyaarakat," kata dia, seperti dikutip Antara.

Siaran di laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa campak dan rubella adalah penyakit infeksi virus yang menular melaui saluran nafas. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini beresiko tinggi tertular.

Menurut IDAI, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Sementara rubella menyebabkan penyakit ringan pada anak, namun bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 19:39 WIB

Pelatih: Timnas U-16 Indonesia sudah kenal permainan Vietnam

Liga Indonesia | 22 September 2018 - 19:26 WIB

3.900 personel Polisi amankan laga panas Persib-Persija besok

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 19:13 WIB

Ma`ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam PBNU

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:50 WIB

Prabowo: Indonesia merdeka bukan untuk jadi antek asing

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:37 WIB

Jokowi akan terima Din Syamsuddin terkait pengunduran diri

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 22 September 2018 - 17:23 WIB

Presiden resmikan Patung GWK

Jumat, 21 September 2018 - 08:31 WIB

Ini jembatan tertinggi versi Guinness World Records

Jumat, 21 September 2018 - 06:07 WIB

Ternyata, kulit jeruk banyak manfaat bagi kesehatan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com