Senin, 19 November 2018 | 19:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

Penataan parpol di Indonesia dinilai belum optimal

Kamis, 13 September 2018 - 10:50 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-57 Lemhanas RI. Foto: Ragil Lestari/Radio Elshinta
Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-57 Lemhanas RI. Foto: Ragil Lestari/Radio Elshinta

Elshinta.com - Penataan partai politik dan sistem pemerintahan presidensial dinilai belum menunjukkan penguatan yang optimal.

Hal itu dikatakan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo saat Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-57 Lemhannas RI di Jakarta, Kamis (13/9).

"Legitimasi presiden terpilih yang seharusnya menjadi modal politik bagi presiden kerap tersandera saat dihadapkan pada proses politik di tingkat elit partai," kata Agus, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Ragil Lestari.

Seminar dengan tema "Penataan Partai Politik untuk Memperkuat Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia" ini dimaksudkan memberikan sumbangsih pemikiran kepada pengambil kebijakan maupun masyarakat luas untuk memperkuat sistem presidensial di Indonesia yang bermuara pada meningkatkan efektivitas presidensial di Indonesia. 

Dalam seminar nasional PPRA ke-57 ini bertujuan memberikan gambaran secara utuh untuk praktik politik multipartai di Indonesia, seraya berupaya untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam proses pengambilan kebijakan tentang bagaimana penataan partai politik secara ideal dapat dilakukan guna memperkuat sistem presidensial di Indonesia, mengidentifikasi secara tepat dan komprehensif faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya sistem presidensial, mendorong munculnya inisiatif-inisiatif konkret dari berbagai lapisan masyarakat sebagai solusi atas upaya penguatan sistem presidensial di Indonesia. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Penataan partai politik dan sistem pemerintahan presidensial dinilai belum menunjukkan penguatan yang optimal.

Hal itu dikatakan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo saat Seminar Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-57 Lemhannas RI di Jakarta, Kamis (13/9).

"Legitimasi presiden terpilih yang seharusnya menjadi modal politik bagi presiden kerap tersandera saat dihadapkan pada proses politik di tingkat elit partai," kata Agus, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Ragil Lestari.

Seminar dengan tema "Penataan Partai Politik untuk Memperkuat Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia" ini dimaksudkan memberikan sumbangsih pemikiran kepada pengambil kebijakan maupun masyarakat luas untuk memperkuat sistem presidensial di Indonesia yang bermuara pada meningkatkan efektivitas presidensial di Indonesia. 

Dalam seminar nasional PPRA ke-57 ini bertujuan memberikan gambaran secara utuh untuk praktik politik multipartai di Indonesia, seraya berupaya untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam proses pengambilan kebijakan tentang bagaimana penataan partai politik secara ideal dapat dilakukan guna memperkuat sistem presidensial di Indonesia, mengidentifikasi secara tepat dan komprehensif faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya sistem presidensial, mendorong munculnya inisiatif-inisiatif konkret dari berbagai lapisan masyarakat sebagai solusi atas upaya penguatan sistem presidensial di Indonesia. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Senin, 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Senin, 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Senin, 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Senin, 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com