Selasa, 13 November 2018 | 02:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Gunung Anak Krakatau alami gempa tremor menerus

Kamis, 13 September 2018 - 11:26 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Gunung Anak Krakatau. Sumber Foto: https://bit.ly/2QnUxCB
Gunung Anak Krakatau. Sumber Foto: https://bit.ly/2QnUxCB

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menunjukkan aktivitas kegempaan tremor dan mengeluarkan dentuman dengan getaran lemah, serta teramati sinar api sepanjang Rabu (12/9) hingga Kamis (13/9) dini hari.

Menurut rilis BMKG, diterima di Bandarlampung, Kamis (13/9), meneruskan laporan Windi Cahya Untung dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, aktivitas gunung api di dalam laut itu dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Laporan itu menyebutkan Gunung Anak Krakatau sepanjang periode pengamatan 12 September 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, menunjukkan aktivitas kegempaaan tremor menerus amplitudo 3-51 mm (dominan 45).

Gunung Api Anak Krakatau (305 meter dari permukaan laut) ini sepanjang pengamatan cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 24-33 derajat Celsius, kelembapan udara 41-100 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Secara visual kondisi gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau. Visual malam dari CCTV teramati sinar api.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah, demikian dilansir Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menunjukkan aktivitas kegempaan tremor dan mengeluarkan dentuman dengan getaran lemah, serta teramati sinar api sepanjang Rabu (12/9) hingga Kamis (13/9) dini hari.

Menurut rilis BMKG, diterima di Bandarlampung, Kamis (13/9), meneruskan laporan Windi Cahya Untung dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, aktivitas gunung api di dalam laut itu dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Laporan itu menyebutkan Gunung Anak Krakatau sepanjang periode pengamatan 12 September 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, menunjukkan aktivitas kegempaaan tremor menerus amplitudo 3-51 mm (dominan 45).

Gunung Api Anak Krakatau (305 meter dari permukaan laut) ini sepanjang pengamatan cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 24-33 derajat Celsius, kelembapan udara 41-100 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Secara visual kondisi gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau. Visual malam dari CCTV teramati sinar api.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah, demikian dilansir Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 12 November 2018 - 20:22 WIB

KNKT teruskan pencarian kotak hitam CVR Lion Air

Senin, 12 November 2018 - 17:56 WIB

3 meninggal akibat tertimbun longsor di Nagekeo NTT

Senin, 12 November 2018 - 16:44 WIB

Tiga bangunan dekat terminal Bekasi ludes terbakar

Senin, 12 November 2018 - 15:55 WIB

Jabar siaga satu bencana hujan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com