Senin, 19 November 2018 | 02:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Jakpus jaring ratusan kendaraan ojek daring selama sebulan

Kamis, 13 September 2018 - 12:47 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto:  https://bit.ly/2x6wH5s
Sumber Foto: https://bit.ly/2x6wH5s

Elshinta.com - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat (Jakpus) menjaring 500 kendaraan ojek daring  yang parkir di sembarang tempat di wilayah Jakpus dalam sebulan, dan berharap pengelola gedung dapat menyediakan lahan parkir khusus.

"Operator ojol (ojek online/ojek daring) harus berkoordinasi dengan pemilik gedung perkantoran, baik swasta atau pemerintah dalam penyediaan lahan parkir. Jadi, mereka itu tidak asal parkir di sembarang tempat," jelas Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakpus, Harlem Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (13/9), seperti dikutip Antara.

Harlem mengaku jajarannya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah berkomunikasi dengan para operator ojol untuk mencegah mereka parkir sembarangan yang mengakibatkan kesemrawutan.

Masyarakat sangat mengeluhkan keberadaan para pengemudi ojol karena memanfaatkan fasilitas umum (fasum).

Harlem melanjutkan ratusan ojol tersebut telah diberikan sanksi tilang oleh pihak kepolisian.

Saat ini para pengemudi ojol dinilai seperti ojek pangkalan karena mereka banyak yang mangkal, mulai dari taman, pedestrian, stasiun yang justru membuat kemacetan. "Namanya ojol ya jangan mangkal, kalau mangkal berarti bukan ojol. Liat saja seperti di Stasiun Cikini, Tanah Abang, Juanda, Senen, Pal Merah, Gambir malah mereka mangkal. Kita tidak diam begitu saja, langsung kita tertibkan terus mereka," ujarnya.

Selama ini, Sudinhub Jakpus rutin melakukan operasi jaring angkut guna menertibkan kendaraan roda dua yang menggunakan fasum sebagai lahan parkir. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat (Jakpus) menjaring 500 kendaraan ojek daring  yang parkir di sembarang tempat di wilayah Jakpus dalam sebulan, dan berharap pengelola gedung dapat menyediakan lahan parkir khusus.

"Operator ojol (ojek online/ojek daring) harus berkoordinasi dengan pemilik gedung perkantoran, baik swasta atau pemerintah dalam penyediaan lahan parkir. Jadi, mereka itu tidak asal parkir di sembarang tempat," jelas Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakpus, Harlem Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (13/9), seperti dikutip Antara.

Harlem mengaku jajarannya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah berkomunikasi dengan para operator ojol untuk mencegah mereka parkir sembarangan yang mengakibatkan kesemrawutan.

Masyarakat sangat mengeluhkan keberadaan para pengemudi ojol karena memanfaatkan fasilitas umum (fasum).

Harlem melanjutkan ratusan ojol tersebut telah diberikan sanksi tilang oleh pihak kepolisian.

Saat ini para pengemudi ojol dinilai seperti ojek pangkalan karena mereka banyak yang mangkal, mulai dari taman, pedestrian, stasiun yang justru membuat kemacetan. "Namanya ojol ya jangan mangkal, kalau mangkal berarti bukan ojol. Liat saja seperti di Stasiun Cikini, Tanah Abang, Juanda, Senen, Pal Merah, Gambir malah mereka mangkal. Kita tidak diam begitu saja, langsung kita tertibkan terus mereka," ujarnya.

Selama ini, Sudinhub Jakpus rutin melakukan operasi jaring angkut guna menertibkan kendaraan roda dua yang menggunakan fasum sebagai lahan parkir. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com