Selasa, 25 September 2018 | 22:56 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Sosbud

Aktivis anak desak Pemko Medan perhatikan penanganan anak terlantar

Kamis, 13 September 2018 - 14:16 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta
Sumber foto: Misriadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Aktivis perlindungan anak dari berbagai organisasi di Medan mendesak Pemerintah Kota Medan mengintensifkan pola koordinasi antar instansi pemerintah dalam penanganan anak dan perempuan terlantar.

Desakan tersebut mereka sampaikan pada diskusi penanganan kasus Rio Rita Amalia Bakara (45), seorang pedagang asongan yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu yang berujung kesulitan pembayaran perawatan di rumah sakit dikarenakan kesulitan ekonomi, tidak memiliki BPJS dan tidak memiliki identitas sebagai penduduk Medan. Diskusi yang dihadiri aktivis anak dari PKPA, SOS Childrens Village Medan, PPA Sahabat Kota, Sakti Peksos Kemensos, P2TP2A Sumut dan Dinas P3APM Medan berlangsung di Kantor Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), Rabu (12/9) kemarin.

Koordinator Jaringan Perlindungan Anak (JPA) Sumut, Misran Lubis kepada Kontributor Elshinta, Misriadi mengatakan, Medan Rumah Kita bukan semata-mata ditujukan kepada penduduk Medan, tetapi hendaknya dapat dinikmati oleh siapapun, apalagi dalam kasus tersebut korban dan anaknya telah dua tahun tinggal di Medan.

“Kita mendengar ada dibentuk P2TP2A dan di setiap kecamatan ada Satgas, namun fungsi lembaga tersebut hanya dalam kertas saja, mereka bukan menyelesaikan masalah tapi lari dari masalah,” ujar Misran seraya menyoroti kinerja dinas terkait yang lebih banyak pada teori-teori, bukan pada aspek peningkatan kinerja pada pelayanan prima kepada masyarakat dan berharap agar Wali Kota Medan segera mengintensifkan pola koordinasi dan kerjasama penanganan masalah diantara dinas-dinas sehingga tersedia layanan tanggap darurat yang mudah diakses oleh siapa saja di Medan.

Sementara itu, T. Muhammad Razali dari SOS Childrens Village Medan menyinggung lemahnya pola koordinasi antar dinas terkait dalam kasus tersebut. Menurutnya, antar dinas kelihatan saling lempar masalah sehingga masalah yang ada tidak tertangani semestinya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 25 September 2018 - 21:39 WIB

Timnas U-19 Indonesia menyerah dari China 0-3

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Politik | 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Aktual Olahraga | 25 September 2018 - 20:56 WIB

Indonesia incar dua medali emas tenis meja Asian Para Games 2018

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 20:45 WIB

Bupati Lumajang siap berantas pungli

Peluang | 25 September 2018 - 20:35 WIB

Mengintip strategi pemasaran “Kue Artis”

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Selasa, 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Selasa, 25 September 2018 - 20:45 WIB

Bupati Lumajang siap berantas pungli

Selasa, 25 September 2018 - 19:22 WIB

MA: Tak ada rekrutmen calon hakim

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com