Sabtu, 17 November 2018 | 02:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

TNI-Polri sinergi amankan Pemilu 2019

Kamis, 13 September 2018 - 14:25 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Kapolri Tito Karnavian dan Wakasad Letjen Tatang Sulaiman memberikan keterangan pers sehubungan dengan Rakor Ops Mantap Brata 2018, Kamis (13/9) siang. Foto: Radio Elshinta/Mur
Kapolri Tito Karnavian dan Wakasad Letjen Tatang Sulaiman memberikan keterangan pers sehubungan dengan Rakor Ops Mantap Brata 2018, Kamis (13/9) siang. Foto: Radio Elshinta/Mur

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, dalam masalah pengamanan Pemilu 2019, TNI-Polri sudah membuat kesepakatan bersinergi agar tercipta Pemilu yang nyaman.

"Polri dan TNI rapatkan barisan sebagai dua komponen penting bangsa ini. Apalagi, Polri dan TNI tidak punya hak pilih. Kita harap bisa maksimalkan pengamanan agar pesta demokrasi ini jadi pesta untuk rakyat, untuk memilih wakil," katanya di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Selama pengamanan Pemilu dalam Operasi Mantap Brata, TNI-Polri akan operasi gabungan, di daerah akan turun bersama.  

"Bagaimana kita buat rencana operasi bersama. Sinergi kewilayahan bersama Polda, Kodam, Korem. Membuat rencana operasi bersama, simulasi," tegas Kapolri.

Kapolri mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap netral dalam Pemilu. "Pilkada juga kita buat maklumat, Panglima keluarkan maklumat, Kapolri keluarkan maklumat, ada sanksi. Tidak boleh berfoto dengan pasangan calon, misalnya. Ikut kampanye dan lainnya. Sanksi bisa dimulai dari teguran demosi sampai dipecat," pungkas dia. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 16 November 2018 - 21:50 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus bandar dan pengedar narkoba

Hukum | 16 November 2018 - 21:38 WIB

Penyerang anggota Polsek Penjaringan jalani tes kejiwaan

Event | 16 November 2018 - 21:24 WIB

Andik siap habis-habisan hadapi Thailand

Politik | 16 November 2018 - 21:07 WIB

DPR: Polemik politik masih jauh dari etika

Megapolitan | 16 November 2018 - 20:55 WIB

Atasi genangan air, Sudin SDA pasang `sheetpile` Kali BGR

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, dalam masalah pengamanan Pemilu 2019, TNI-Polri sudah membuat kesepakatan bersinergi agar tercipta Pemilu yang nyaman.

"Polri dan TNI rapatkan barisan sebagai dua komponen penting bangsa ini. Apalagi, Polri dan TNI tidak punya hak pilih. Kita harap bisa maksimalkan pengamanan agar pesta demokrasi ini jadi pesta untuk rakyat, untuk memilih wakil," katanya di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Selama pengamanan Pemilu dalam Operasi Mantap Brata, TNI-Polri akan operasi gabungan, di daerah akan turun bersama.  

"Bagaimana kita buat rencana operasi bersama. Sinergi kewilayahan bersama Polda, Kodam, Korem. Membuat rencana operasi bersama, simulasi," tegas Kapolri.

Kapolri mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap netral dalam Pemilu. "Pilkada juga kita buat maklumat, Panglima keluarkan maklumat, Kapolri keluarkan maklumat, ada sanksi. Tidak boleh berfoto dengan pasangan calon, misalnya. Ikut kampanye dan lainnya. Sanksi bisa dimulai dari teguran demosi sampai dipecat," pungkas dia. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 07:36 WIB

Polda Papua Barat intensifkan koordinasi jelang Pemilu

Jumat, 16 November 2018 - 07:28 WIB

PMII ajak warga jaga kondusivitas daerah

Jumat, 16 November 2018 - 06:25 WIB

KPU Pekalongan masih butuh 4.270 kotak suara

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com