Polisi temukan titik terang terduga pelaku pembunuh bayi di kolam lele
Kamis, 13 September 2018 - 15:05 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Sumber Foto: https://bit.ly/2MqOs4U

Elshinta.com - Kepolisian mulai menemukan titik terang kasus pembuangan jenazah bayi laki-laki di kolam lele, dengan mengetahui identitas warga yang diduga sebagai pelaku.

Hal ini disampaikan Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo Banyuwangi, Ipda Wignyo Asmoro saat meninjau hasil otopsi jenazah bayi malang tersebut di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, Rabu (12/9).

“Kami terus melakukan pengembangan penyidikan dengan memantau setiap pergerakan masyarakat di sekitar TKP, utamanya para ibu hamil,” kata Wignyo, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Suhaili.

Bahkan, penelusuran dilakukan kepolisian tidak hanya di kawasan lokasi penemuan jenazah bayi di Dusun Pondok Asem, namun diperluas radiusnya hingga ke sejumlah dusun lain seperti di Kaliwatu, Persen termasuk Kutorejo dan Purworejo. “Kepolisian melakukan pendataan terhadap warga yang sebelumnya diketahui hamil maupun yang saat ini tengah hamil,” jelas Wignyo.

Hasilnya, ungkap Wignyo, kepolisian mencurigai adanya seorang warga yang diduga sebagai orang tua bayi maupun pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut. Namun kepolisian masih tetap fokus terhadap penyidikan, untuk bisa mengungkap pelaku dari kasus ini.

Lanjut Wignyo, pihaknya telat memintai keterangan dari enam orang saksi termasuk Poniran, warga yang pertama kali menemukan jenazah bayi di dalam kolam lele milik Selamet tersebut.

Dia berharap kasus ini bisa segera terungkap untuk mengetahui penyebab dan cara pelaku membunuh bayi itu. “Meski telah dilakukan otopsi oleh tim medis RSUD Blambangan Banyuwangi, tapi masih belum bisa dijadikan acuan dari penyebab kematian si bayi,” jelasnya. 

Sebelumnya, jenazah bayi laki-laki pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Poniran, mengambang di kolam ikan lele milik Selamet di kawasan Dusun Pondok Asem, Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi, dengan posisi tengkurap, Senin (10/9).

Sementara kedua tangan dan kakinya sudah tidak ada, tinggal badan dan kepalanya yang diduga sengaja dipotong atau dimutilasi oleh pelaku untuk menghilangkan jejak, lalu di buang ke kolam lele, agar masyarakat menduga kedua kaki dan tangan si bayi hilang karena dimakan lele. Selanjutnya jenazah bayi malang tersebut dievakuasi ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 18:11 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi...
Selasa, 23 April 2019 - 12:24 WIB
Elshinta.com - Seorang mahasiswi berinisial DVK (18) warga Kelurahan Sidomulyo Kecamatan T...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:26 WIB
Elshinta.com - Polsek Sawah Besar telah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dan sa...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Seorang wanita yang diketahui bernama Indrawati Cipta (46) ditemukan tewas ...
Jumat, 19 April 2019 - 07:26 WIB
Elshinta.com - Polda Jambi masih terus mendalami kasus pembakaran 15 kotak suara DPRD Kota...
Kamis, 18 April 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S. Djambak mengunjungi Pos TNI AL Pusong, Kota ...
Sabtu, 13 April 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Dua terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto (28), AS (sebelumnya di...
Jumat, 12 April 2019 - 20:34 WIB
Elshinta.com - Setelah melalui proses pemeriksaan oleh tim Forensik Polda Jawa Timur, potongan ...
Jumat, 12 April 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Polda Jawa Timur berhasil menangkap dua pelaku terkait kasus pembunuhan dan...
Kamis, 11 April 2019 - 10:23 WIB
Elshinta.com - Tiga dari 12 siswi SMA yang diduga sebagai pelaku perundungan terhadap Aud ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)