Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polisi temukan titik terang terduga pelaku pembunuh bayi di kolam lele

Kamis, 13 September 2018 - 15:05 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber Foto: https://bit.ly/2MqOs4U
Sumber Foto: https://bit.ly/2MqOs4U

Elshinta.com - Kepolisian mulai menemukan titik terang kasus pembuangan jenazah bayi laki-laki di kolam lele, dengan mengetahui identitas warga yang diduga sebagai pelaku.

Hal ini disampaikan Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo Banyuwangi, Ipda Wignyo Asmoro saat meninjau hasil otopsi jenazah bayi malang tersebut di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, Rabu (12/9).

“Kami terus melakukan pengembangan penyidikan dengan memantau setiap pergerakan masyarakat di sekitar TKP, utamanya para ibu hamil,” kata Wignyo, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Suhaili.

Bahkan, penelusuran dilakukan kepolisian tidak hanya di kawasan lokasi penemuan jenazah bayi di Dusun Pondok Asem, namun diperluas radiusnya hingga ke sejumlah dusun lain seperti di Kaliwatu, Persen termasuk Kutorejo dan Purworejo. “Kepolisian melakukan pendataan terhadap warga yang sebelumnya diketahui hamil maupun yang saat ini tengah hamil,” jelas Wignyo.

Hasilnya, ungkap Wignyo, kepolisian mencurigai adanya seorang warga yang diduga sebagai orang tua bayi maupun pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut. Namun kepolisian masih tetap fokus terhadap penyidikan, untuk bisa mengungkap pelaku dari kasus ini.

Lanjut Wignyo, pihaknya telat memintai keterangan dari enam orang saksi termasuk Poniran, warga yang pertama kali menemukan jenazah bayi di dalam kolam lele milik Selamet tersebut.

Dia berharap kasus ini bisa segera terungkap untuk mengetahui penyebab dan cara pelaku membunuh bayi itu. “Meski telah dilakukan otopsi oleh tim medis RSUD Blambangan Banyuwangi, tapi masih belum bisa dijadikan acuan dari penyebab kematian si bayi,” jelasnya. 

Sebelumnya, jenazah bayi laki-laki pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Poniran, mengambang di kolam ikan lele milik Selamet di kawasan Dusun Pondok Asem, Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi, dengan posisi tengkurap, Senin (10/9).

Sementara kedua tangan dan kakinya sudah tidak ada, tinggal badan dan kepalanya yang diduga sengaja dipotong atau dimutilasi oleh pelaku untuk menghilangkan jejak, lalu di buang ke kolam lele, agar masyarakat menduga kedua kaki dan tangan si bayi hilang karena dimakan lele. Selanjutnya jenazah bayi malang tersebut dievakuasi ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Evaluasi empat tahun Jokowi-JK, PSI: Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Menkes sebut angka kekerdilan turun jadi 30,8 persen

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 19:12 WIB

Wapres: Tidak ada dasar hukum pemerintah biayai saksi parpol

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 18:56 WIB

Wiranto: Umat Islam tidak mungkin sengaja bakar Bendera Tauhid

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Kemenkumham: Dana kampanye harus masuk pembukuan khusus

Elshinta.com - Kepolisian mulai menemukan titik terang kasus pembuangan jenazah bayi laki-laki di kolam lele, dengan mengetahui identitas warga yang diduga sebagai pelaku.

Hal ini disampaikan Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo Banyuwangi, Ipda Wignyo Asmoro saat meninjau hasil otopsi jenazah bayi malang tersebut di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, Rabu (12/9).

“Kami terus melakukan pengembangan penyidikan dengan memantau setiap pergerakan masyarakat di sekitar TKP, utamanya para ibu hamil,” kata Wignyo, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Suhaili.

Bahkan, penelusuran dilakukan kepolisian tidak hanya di kawasan lokasi penemuan jenazah bayi di Dusun Pondok Asem, namun diperluas radiusnya hingga ke sejumlah dusun lain seperti di Kaliwatu, Persen termasuk Kutorejo dan Purworejo. “Kepolisian melakukan pendataan terhadap warga yang sebelumnya diketahui hamil maupun yang saat ini tengah hamil,” jelas Wignyo.

Hasilnya, ungkap Wignyo, kepolisian mencurigai adanya seorang warga yang diduga sebagai orang tua bayi maupun pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut. Namun kepolisian masih tetap fokus terhadap penyidikan, untuk bisa mengungkap pelaku dari kasus ini.

Lanjut Wignyo, pihaknya telat memintai keterangan dari enam orang saksi termasuk Poniran, warga yang pertama kali menemukan jenazah bayi di dalam kolam lele milik Selamet tersebut.

Dia berharap kasus ini bisa segera terungkap untuk mengetahui penyebab dan cara pelaku membunuh bayi itu. “Meski telah dilakukan otopsi oleh tim medis RSUD Blambangan Banyuwangi, tapi masih belum bisa dijadikan acuan dari penyebab kematian si bayi,” jelasnya. 

Sebelumnya, jenazah bayi laki-laki pertama kali ditemukan oleh seorang warga, Poniran, mengambang di kolam ikan lele milik Selamet di kawasan Dusun Pondok Asem, Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi, dengan posisi tengkurap, Senin (10/9).

Sementara kedua tangan dan kakinya sudah tidak ada, tinggal badan dan kepalanya yang diduga sengaja dipotong atau dimutilasi oleh pelaku untuk menghilangkan jejak, lalu di buang ke kolam lele, agar masyarakat menduga kedua kaki dan tangan si bayi hilang karena dimakan lele. Selanjutnya jenazah bayi malang tersebut dievakuasi ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com