Selasa, 13 November 2018 | 01:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Pengamat: Demokrat tegaskan dukungan pada Prabowo

Kamis, 13 September 2018 - 12:00 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Pertemuan antara Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan bakal calon Presiden Prabowo Subianto. Sumber foto: https://bit.ly/2p4v2tK
Pertemuan antara Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan bakal calon Presiden Prabowo Subianto. Sumber foto: https://bit.ly/2p4v2tK

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dengan bakal calon presiden Prabowo Subianto di kediaman SBY di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9) malam.

Menurut pengamat politik Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H., M.H., pertemuan tersebut merupakan agenda utama untuk menegaskan bahwa Demokrat tetap berada dalam barisan pendukung Prabowo.

"Dalam media maupun berbagai forum, Demokrat disebut berdiri dengan dua kaki, Demokrat tidak solid, Demokrat bisa mengganggu proses pemenangan Prabowo di Papua, maka atas dugaan tersebut perlu adanya pertemuan antara SBY dengan Pak Prabowo sebagai simbol untuk menyiratkan bahwa Demokrat tetap berada dalam barisan pendukungnya Prabowo," kata dia dalam keterangannya kepada Elshinta, Kamis (13/9).  

Prof Asep menilai pentingnya penegasan kembali dari SBY dan jajaran khusus Demokrat kepada semua kader Demokrat bahwa hal-hal yang kaitannya dengan Pilpres adalah urusan wewenang pusat. "Jadi tidak boleh ada daerah yang berbeda dari sisi dukungan itu," kata dia. 

“Bagian penting untuk menegaskan kembali bahwa dengan adanya gangguan, hambatan, yang mungkin saja merusak dari sisi solidaritas Partai Demokrat kepada Pak Bowo, mudah-mudahan itu menjadi komitmen yang nantinya akan disampaikan kepada kader-kadernya di daerah,” ucap Prof Asep menanggapi pertemuan antara SBY dengan Prabowo.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dengan bakal calon presiden Prabowo Subianto di kediaman SBY di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9) malam.

Menurut pengamat politik Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H., M.H., pertemuan tersebut merupakan agenda utama untuk menegaskan bahwa Demokrat tetap berada dalam barisan pendukung Prabowo.

"Dalam media maupun berbagai forum, Demokrat disebut berdiri dengan dua kaki, Demokrat tidak solid, Demokrat bisa mengganggu proses pemenangan Prabowo di Papua, maka atas dugaan tersebut perlu adanya pertemuan antara SBY dengan Pak Prabowo sebagai simbol untuk menyiratkan bahwa Demokrat tetap berada dalam barisan pendukungnya Prabowo," kata dia dalam keterangannya kepada Elshinta, Kamis (13/9).  

Prof Asep menilai pentingnya penegasan kembali dari SBY dan jajaran khusus Demokrat kepada semua kader Demokrat bahwa hal-hal yang kaitannya dengan Pilpres adalah urusan wewenang pusat. "Jadi tidak boleh ada daerah yang berbeda dari sisi dukungan itu," kata dia. 

“Bagian penting untuk menegaskan kembali bahwa dengan adanya gangguan, hambatan, yang mungkin saja merusak dari sisi solidaritas Partai Demokrat kepada Pak Bowo, mudah-mudahan itu menjadi komitmen yang nantinya akan disampaikan kepada kader-kadernya di daerah,” ucap Prof Asep menanggapi pertemuan antara SBY dengan Prabowo.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 12 November 2018 - 19:35 WIB

Bawaslu: Mobil pribadi berstiker caleg tidak melanggar

Senin, 12 November 2018 - 13:15 WIB

SBY sebut Demokrat tidak akan tenggelam

Senin, 12 November 2018 - 07:25 WIB

Jokowi yakin pemuda tidak takut politik `genderuwo`

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com