Selasa, 13 November 2018 | 02:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Hasil pembicaraan pertemuan Prabowo dengan SBY

Kamis, 13 September 2018 - 13:05 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Perbincangan antara SBY dengan bakal calon Presiden Prabowo. Sumber foto: https://bit.ly/2x9yxmg
Perbincangan antara SBY dengan bakal calon Presiden Prabowo. Sumber foto: https://bit.ly/2x9yxmg

Elshinta.com - Bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno datang ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (12/9) malam. 

Perbincangan dalam pertemuan tersebut berjalan selama satu jam. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya pada 16 Agustus lalu. 

Kepada Elshinta, Kamis (13/8) siang, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan mengenai pembicaraan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai hal-hal yang berkenaan dengan strategi sekaligus jelang pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) yang diadakan secara serentak pada 2019. 

"Semenjak Indonesia merdeka pada 73 tahun, sistem ketatanegaraan kita mengenai Pemilu itu berubah dari Pemilu sebelumnya. Kali ini Pemilu diadakan serentak antara Pemilu Legislatif dengan Pemilu Presiden. Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Pemilu Legislatif lalu dilanjutkan dengan Pemilu Presiden. Konsekuensi dari Pemilu serentak ini mengharuskan semua partai politik berpikir keras, mencari strategi yang kreatif memenangkan Pilegnya sekaligus memenangkan Pilpresnya. Itu berat, dan tantangan yang penuh dengan dedikasi yang kuat," kata Hinca.

Mengenai tentang isu yang menyebutkan bahwa Demokrat berdiri dengan dua kaki, Hinca mengatakan, duduk soal yang sesungguhnya adalah bahwa Pileg dan Pilpres yang diadakan serentak ini mengharuskan semua orang atau semua partai politik berdiri dengan kokoh di kedua kakinya, yaitu kaki kiri berdiri untuk Pileg dan kaki kanan untuk Pilpress. 

"Sebab jika tidak bekerja keras, maka untuk memenuhi ambang batas masuk ke parlemen itu sangat berat. Akan sulit bagi pemerintahan yang akan datang siapapun yang menang, bila partai politik yang mendukung itu posisi parlemennya tidak lolos," jelas dia. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno datang ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (12/9) malam. 

Perbincangan dalam pertemuan tersebut berjalan selama satu jam. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya pada 16 Agustus lalu. 

Kepada Elshinta, Kamis (13/8) siang, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan mengenai pembicaraan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai hal-hal yang berkenaan dengan strategi sekaligus jelang pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) yang diadakan secara serentak pada 2019. 

"Semenjak Indonesia merdeka pada 73 tahun, sistem ketatanegaraan kita mengenai Pemilu itu berubah dari Pemilu sebelumnya. Kali ini Pemilu diadakan serentak antara Pemilu Legislatif dengan Pemilu Presiden. Sebelumnya, diadakan terlebih dahulu Pemilu Legislatif lalu dilanjutkan dengan Pemilu Presiden. Konsekuensi dari Pemilu serentak ini mengharuskan semua partai politik berpikir keras, mencari strategi yang kreatif memenangkan Pilegnya sekaligus memenangkan Pilpresnya. Itu berat, dan tantangan yang penuh dengan dedikasi yang kuat," kata Hinca.

Mengenai tentang isu yang menyebutkan bahwa Demokrat berdiri dengan dua kaki, Hinca mengatakan, duduk soal yang sesungguhnya adalah bahwa Pileg dan Pilpres yang diadakan serentak ini mengharuskan semua orang atau semua partai politik berdiri dengan kokoh di kedua kakinya, yaitu kaki kiri berdiri untuk Pileg dan kaki kanan untuk Pilpress. 

"Sebab jika tidak bekerja keras, maka untuk memenuhi ambang batas masuk ke parlemen itu sangat berat. Akan sulit bagi pemerintahan yang akan datang siapapun yang menang, bila partai politik yang mendukung itu posisi parlemennya tidak lolos," jelas dia. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 12 November 2018 - 19:35 WIB

Bawaslu: Mobil pribadi berstiker caleg tidak melanggar

Senin, 12 November 2018 - 13:15 WIB

SBY sebut Demokrat tidak akan tenggelam

Senin, 12 November 2018 - 07:25 WIB

Jokowi yakin pemuda tidak takut politik `genderuwo`

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com