Menkes: Pemerintah berupaya kurangi konsumsi tembakau
Kamis, 13 September 2018 - 17:08 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2Mn4flu

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pemerintah bersama masyarakat sipil di Indonesia berkomitmen untuk mengurangi konsumsi tembakau antara lain melalui kawasan tanpa rokok.
    
"Kematian usia muda akibat penyakit tidak menular, yang salah satu faktornya adalah merokok, semakin tinggi," kata Nila dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Tembakau dan Kesehatan di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9).
    
Karena itu, Nila mengatakan, epidemi tembakau harus dilawan. Perokok usia muda di Indonesia semakin muda dan jumlahnya semakin meningkat. Menurut Nila, Indonesia telah memiliki sejumlah aturan tentang pengendalian tembakau, meskipun belum mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC), seperti Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi kesehatan.
    
Nila mengatakan, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut telah mengatur tentang kawasan tanpa rokok. Selain itu, di beberapa daerah juga telah terbit peraturan tentang kawasan tanpa rokok. Indonesia juga telah menerapkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok sebagai salah satu cara untuk mengurangi konsumsi rokok.

"Juga sudah ada beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Kota Bogor dan Kabupaten Kulonprogo yang sudah melarang iklan rokok di luar ruang," katanya.

Nila menyampaikan pidato pada pembukaan APACT12th. APACT pertama kali diadakan di Taipei, Taiwan pada 1989. Pertemuan terakhir diadakan di Beijing, China pada 2016.
    
APACT12th diselenggarakan di Nusa Dua, Bali dan diketuai Arifin Panigoro. Sebagai tuan rumah di Indonesia adalah Komite Nasional Pengendalian Tembakau bersama sejumlah organisasi pendukung pengendalian tembakau lainnya, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:38 WIB
Elshinta.com - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Utara melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 09:04 WIB
Elshinta.com - Ilmuwan nutrisi Dr Matthew Blaylock, PhD membantah mitos yang menyebutkan b...
Senin, 18 Maret 2019 - 12:53 WIB
E lshinta.com -Spesialis tulang belakang dari klinik QI Spine di India, Dr. Shikha Jain mengung...
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:21 WIB
Elshinta.com -Anda yang gemar tidur larut malam sebaiknya segera mengubah kebiasaan itu kalau t...
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Indonesia Corrup...
Kamis, 14 Maret 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Di antara sederet faktor risiko seseorang terkena penyakit ginjal, hipertensi adalah ...
Kamis, 14 Maret 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com -Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengajak sekaligus mengimbau kepada masya...
Rabu, 13 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek meminta Pemerintah Provinsi Nusa T...
Rabu, 13 Maret 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan dapat ...
Selasa, 12 Maret 2019 - 18:09 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengatakan, Kementerian Kesehatan menunda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)