Senin, 19 November 2018 | 02:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Menkes: Pemerintah berupaya kurangi konsumsi tembakau

Kamis, 13 September 2018 - 17:08 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2Mn4flu
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2Mn4flu

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pemerintah bersama masyarakat sipil di Indonesia berkomitmen untuk mengurangi konsumsi tembakau antara lain melalui kawasan tanpa rokok.
    
"Kematian usia muda akibat penyakit tidak menular, yang salah satu faktornya adalah merokok, semakin tinggi," kata Nila dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Tembakau dan Kesehatan di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9).
    
Karena itu, Nila mengatakan, epidemi tembakau harus dilawan. Perokok usia muda di Indonesia semakin muda dan jumlahnya semakin meningkat. Menurut Nila, Indonesia telah memiliki sejumlah aturan tentang pengendalian tembakau, meskipun belum mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC), seperti Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi kesehatan.
    
Nila mengatakan, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut telah mengatur tentang kawasan tanpa rokok. Selain itu, di beberapa daerah juga telah terbit peraturan tentang kawasan tanpa rokok. Indonesia juga telah menerapkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok sebagai salah satu cara untuk mengurangi konsumsi rokok.

"Juga sudah ada beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Kota Bogor dan Kabupaten Kulonprogo yang sudah melarang iklan rokok di luar ruang," katanya.

Nila menyampaikan pidato pada pembukaan APACT12th. APACT pertama kali diadakan di Taipei, Taiwan pada 1989. Pertemuan terakhir diadakan di Beijing, China pada 2016.
    
APACT12th diselenggarakan di Nusa Dua, Bali dan diketuai Arifin Panigoro. Sebagai tuan rumah di Indonesia adalah Komite Nasional Pengendalian Tembakau bersama sejumlah organisasi pendukung pengendalian tembakau lainnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pemerintah bersama masyarakat sipil di Indonesia berkomitmen untuk mengurangi konsumsi tembakau antara lain melalui kawasan tanpa rokok.
    
"Kematian usia muda akibat penyakit tidak menular, yang salah satu faktornya adalah merokok, semakin tinggi," kata Nila dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Tembakau dan Kesehatan di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/9).
    
Karena itu, Nila mengatakan, epidemi tembakau harus dilawan. Perokok usia muda di Indonesia semakin muda dan jumlahnya semakin meningkat. Menurut Nila, Indonesia telah memiliki sejumlah aturan tentang pengendalian tembakau, meskipun belum mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC), seperti Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi kesehatan.
    
Nila mengatakan, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut telah mengatur tentang kawasan tanpa rokok. Selain itu, di beberapa daerah juga telah terbit peraturan tentang kawasan tanpa rokok. Indonesia juga telah menerapkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok sebagai salah satu cara untuk mengurangi konsumsi rokok.

"Juga sudah ada beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Kota Bogor dan Kabupaten Kulonprogo yang sudah melarang iklan rokok di luar ruang," katanya.

Nila menyampaikan pidato pada pembukaan APACT12th. APACT pertama kali diadakan di Taipei, Taiwan pada 1989. Pertemuan terakhir diadakan di Beijing, China pada 2016.
    
APACT12th diselenggarakan di Nusa Dua, Bali dan diketuai Arifin Panigoro. Sebagai tuan rumah di Indonesia adalah Komite Nasional Pengendalian Tembakau bersama sejumlah organisasi pendukung pengendalian tembakau lainnya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 11:32 WIB

Raja Ampat utamakan keamanan sebagai daerah wisata

Minggu, 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Sabtu, 17 November 2018 - 14:36 WIB

Diet pangan nabati bantu cegah gagal jantung

Kamis, 15 November 2018 - 09:59 WIB

Ini cara atasi kecanduan gadget pada anak

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com