Rabu, 21 November 2018 | 09:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

PUPR robohkan masjid terkondisi berbahaya akibat gempa

Kamis, 13 September 2018 - 17:23 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xjqi7h
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xjqi7h

Elshinta.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera merobohkan sejumlah masjid yang terkondisi berbahaya akibat gempa bumi.

"Dari belasan masjid yang dilaporkan mengalami rusak berat akibat gempa bumi, kami menilai ada tiga masjid yang mendesak untuk dirobohkan karena kondisinya sangat mengkhawatirkan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPR), Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis (13/9).

Menurutnya, tiga masjid yang dinilai mendesak untuk dirobohkan itu adalah Masjid Riyadus Sholin Dasan Agung, Masjid Raudatul Jannah Pejeruk Ampenan dan Masjid Perumnas. Untuk Masjid Riyadus Sholin Dasan Agung, kata Mahmuddin, berdasarkan hasil penilaian tim teknis menyarankan agar masjid tersebut dibongkar total sebab besi dan struktur bangunan, serta selasarnya sudah hancur. "Apalagi, masjid itu memang bangunan tua sehingga tim teknis menyarankan untuk pembongkaran total, sebab dinilai sudah tidak layak," katanya.

Sementara Masjid Raudatul Jannah Pejeruk Ampenan mengalami kerusakan pada dudukan kubah masjid dan tangga masjid yang dinilai juga berbahya dan segera dilakukan pembongkaran, meskipun struktur bangun lain masih layak. "Begitu juga dengan Masjid Perumas yang mengalami kerusakan pada kubah masjid dengan bentuk bertingkat mengalami kerusakan parah sebab kubahnya turun hingga lima meter atau menempel di lantai dua," katanya, dikutip Antara.

Mahmuddin mengakui, proses pembongkaran tiga masjid ini dinilai mendesak bahkan warga sekitar sudah berkali-kali mengusulkan hal itu, akan tetapi sejauh ini pihaknya belum dapat melakukan pembongkaran karena keterbatasan personel dan alat berat. Personel dan alat berat itu hingga saat ini masih disiagakan pada empat lingkungan yang terdampak gempa bumi paling parah yakni di Lingkungan Pengempel Indah, Gontoran, Tegal dan Jangkuk.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah meminta warga setempat untuk sementara tidak beraktivitas di dalam masjid dan dipasangkan garis polisi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 21 November 2018 - 09:35 WIB

NGO: Israel tangkap 900 anak Palestina tahun ini

Hankam | 21 November 2018 - 09:14 WIB

Polri-Ukraina tingkatkan kerja sama keamanan siber

Liga Eropa | 21 November 2018 - 09:04 WIB

Polandia tahan imbang Portugal 1-1

Aktual Sepakbola | 21 November 2018 - 08:55 WIB

Tim dokter nyatakan cedera Neymar tidak serius

Elshinta.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera merobohkan sejumlah masjid yang terkondisi berbahaya akibat gempa bumi.

"Dari belasan masjid yang dilaporkan mengalami rusak berat akibat gempa bumi, kami menilai ada tiga masjid yang mendesak untuk dirobohkan karena kondisinya sangat mengkhawatirkan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPR), Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis (13/9).

Menurutnya, tiga masjid yang dinilai mendesak untuk dirobohkan itu adalah Masjid Riyadus Sholin Dasan Agung, Masjid Raudatul Jannah Pejeruk Ampenan dan Masjid Perumnas. Untuk Masjid Riyadus Sholin Dasan Agung, kata Mahmuddin, berdasarkan hasil penilaian tim teknis menyarankan agar masjid tersebut dibongkar total sebab besi dan struktur bangunan, serta selasarnya sudah hancur. "Apalagi, masjid itu memang bangunan tua sehingga tim teknis menyarankan untuk pembongkaran total, sebab dinilai sudah tidak layak," katanya.

Sementara Masjid Raudatul Jannah Pejeruk Ampenan mengalami kerusakan pada dudukan kubah masjid dan tangga masjid yang dinilai juga berbahya dan segera dilakukan pembongkaran, meskipun struktur bangun lain masih layak. "Begitu juga dengan Masjid Perumas yang mengalami kerusakan pada kubah masjid dengan bentuk bertingkat mengalami kerusakan parah sebab kubahnya turun hingga lima meter atau menempel di lantai dua," katanya, dikutip Antara.

Mahmuddin mengakui, proses pembongkaran tiga masjid ini dinilai mendesak bahkan warga sekitar sudah berkali-kali mengusulkan hal itu, akan tetapi sejauh ini pihaknya belum dapat melakukan pembongkaran karena keterbatasan personel dan alat berat. Personel dan alat berat itu hingga saat ini masih disiagakan pada empat lingkungan yang terdampak gempa bumi paling parah yakni di Lingkungan Pengempel Indah, Gontoran, Tegal dan Jangkuk.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah meminta warga setempat untuk sementara tidak beraktivitas di dalam masjid dan dipasangkan garis polisi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com