Selasa, 13 November 2018 | 02:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Dollar naik, perajin keramik Plered Purwakarta diuntungkan

Kamis, 13 September 2018 - 18:09 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pelemahan nilai rupiah telah berdampak terhadap para perajin keramik gerabah Plered, Purwakarta, Jawa Barat, meraih keuntungan besar, karena nilai ekspor keramik meningkat sekitar 15 persen.

Saat ini jumlah perajin keramik di sentral keramik Plered, Purwakarta sekitar 205 pengusaha dengan ekspor terbesar ke negara Amerika dan Eropa. Produksi gerabah tidak terpengaruh dengan naiknya nilai Dollar AS karena bahan baku untuk produksi tidak didatangkan dari luar negri, tetapi secara keseluruhan menggunakan bahan lokal.

Kepala UPTD Litbang Keramik Plered, Bambang Mega Wahyu kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy mengatakan, Dollar naik membawa angin segar bagi para pengusaha keramik gerabah Plered, Purwakarta, karena nilai ekspor meningkat dan ini sudah dirasakan meskipun pihaknya belum bisa merinci kenaikan nilai ekspor keramik secara keseluruhan.

Menurutnya, setiap ada kenaikan Dollar dan Rrupiah melemah dipastikan memiliki dampak positif, para pengusaha akan memiliki keuntungan besar, diperkirakan sekitar 15 persen nilai ekspor naik dan ini terjadi setiap nilai Dollas As naik.

Keramik gerabah Plered, Purwakarta telah memiliki keunggulan karena kualitas bahan bakunya lebih kuat dibanding produk keramik gerabah lainnya, sehingga dapat bertahan dan kuat di dua musim.

Dijelaskan Bambang, dengan naiknya ekspor keramik ke luar negeri akan ada pengaruh pada pasaran lokal yang tentunya akan mengalami penurunan, tetapi baik peningkatan ekspor maupun penurunan dipasaran akan penjualan keramik gerabah tersebut, akan dapat terlihat pada akhir tahun, diperkirakan sekitar 110 kontainer keramik Plered, Purwakarta dapat di ekspor ke luar negeri hingga akhir 2018.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Pelemahan nilai rupiah telah berdampak terhadap para perajin keramik gerabah Plered, Purwakarta, Jawa Barat, meraih keuntungan besar, karena nilai ekspor keramik meningkat sekitar 15 persen.

Saat ini jumlah perajin keramik di sentral keramik Plered, Purwakarta sekitar 205 pengusaha dengan ekspor terbesar ke negara Amerika dan Eropa. Produksi gerabah tidak terpengaruh dengan naiknya nilai Dollar AS karena bahan baku untuk produksi tidak didatangkan dari luar negri, tetapi secara keseluruhan menggunakan bahan lokal.

Kepala UPTD Litbang Keramik Plered, Bambang Mega Wahyu kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy mengatakan, Dollar naik membawa angin segar bagi para pengusaha keramik gerabah Plered, Purwakarta, karena nilai ekspor meningkat dan ini sudah dirasakan meskipun pihaknya belum bisa merinci kenaikan nilai ekspor keramik secara keseluruhan.

Menurutnya, setiap ada kenaikan Dollar dan Rrupiah melemah dipastikan memiliki dampak positif, para pengusaha akan memiliki keuntungan besar, diperkirakan sekitar 15 persen nilai ekspor naik dan ini terjadi setiap nilai Dollas As naik.

Keramik gerabah Plered, Purwakarta telah memiliki keunggulan karena kualitas bahan bakunya lebih kuat dibanding produk keramik gerabah lainnya, sehingga dapat bertahan dan kuat di dua musim.

Dijelaskan Bambang, dengan naiknya ekspor keramik ke luar negeri akan ada pengaruh pada pasaran lokal yang tentunya akan mengalami penurunan, tetapi baik peningkatan ekspor maupun penurunan dipasaran akan penjualan keramik gerabah tersebut, akan dapat terlihat pada akhir tahun, diperkirakan sekitar 110 kontainer keramik Plered, Purwakarta dapat di ekspor ke luar negeri hingga akhir 2018.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com