Dollar naik, perajin keramik Plered Purwakarta diuntungkan
Kamis, 13 September 2018 - 18:09 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Sumber foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pelemahan nilai rupiah telah berdampak terhadap para perajin keramik gerabah Plered, Purwakarta, Jawa Barat, meraih keuntungan besar, karena nilai ekspor keramik meningkat sekitar 15 persen.

Saat ini jumlah perajin keramik di sentral keramik Plered, Purwakarta sekitar 205 pengusaha dengan ekspor terbesar ke negara Amerika dan Eropa. Produksi gerabah tidak terpengaruh dengan naiknya nilai Dollar AS karena bahan baku untuk produksi tidak didatangkan dari luar negri, tetapi secara keseluruhan menggunakan bahan lokal.

Kepala UPTD Litbang Keramik Plered, Bambang Mega Wahyu kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy mengatakan, Dollar naik membawa angin segar bagi para pengusaha keramik gerabah Plered, Purwakarta, karena nilai ekspor meningkat dan ini sudah dirasakan meskipun pihaknya belum bisa merinci kenaikan nilai ekspor keramik secara keseluruhan.

Menurutnya, setiap ada kenaikan Dollar dan Rrupiah melemah dipastikan memiliki dampak positif, para pengusaha akan memiliki keuntungan besar, diperkirakan sekitar 15 persen nilai ekspor naik dan ini terjadi setiap nilai Dollas As naik.

Keramik gerabah Plered, Purwakarta telah memiliki keunggulan karena kualitas bahan bakunya lebih kuat dibanding produk keramik gerabah lainnya, sehingga dapat bertahan dan kuat di dua musim.

Dijelaskan Bambang, dengan naiknya ekspor keramik ke luar negeri akan ada pengaruh pada pasaran lokal yang tentunya akan mengalami penurunan, tetapi baik peningkatan ekspor maupun penurunan dipasaran akan penjualan keramik gerabah tersebut, akan dapat terlihat pada akhir tahun, diperkirakan sekitar 110 kontainer keramik Plered, Purwakarta dapat di ekspor ke luar negeri hingga akhir 2018.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 07 Januari 2019 - 21:17 WIB
Elshinta.com - Seorang tenaga kerja wanita asal Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Tu...
Sabtu, 05 Januari 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,7 terjadi di Lombok Utara, Nusa Tenggara...
Jumat, 04 Januari 2019 - 20:23 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI Komisi X Anang Hermansyah mengkritisi soal hak cipta, memasu...
Kamis, 03 Januari 2019 - 21:50 WIB
Elshinta.com - PDI Perjuangan memiliki jumlah sumbangan dana kampanye terbesar di Kabupate...
Rabu, 02 Januari 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 13 jenazah korban tertimbun tanah longsor di Kampung Garehong, Dus...
Senin, 31 Desember 2018 - 14:11 WIB
Elshinta.com - Dua orang personel Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong ditembak orang ...
Minggu, 30 Desember 2018 - 15:19 WIB
Elshinta.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, mengatak...
Jumat, 28 Desember 2018 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga S. Uno melakukan safari ...
Kamis, 27 Desember 2018 - 14:47 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menangkap anggota komite eksekutif (Ex...
Kamis, 27 Desember 2018 - 12:57 WIB
Elshinta.com -  Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (26/12) menuduh Angkatan Udara...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)