Senin, 19 November 2018 | 21:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Ratusan nelayan demo Kantor Gubernur Sumut

Kamis, 13 September 2018 - 18:35 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ratusan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Dipanegoro Medan. Sumber foto: Heru R Kurnia/Radio Elshinta
Ratusan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Dipanegoro Medan. Sumber foto: Heru R Kurnia/Radio Elshinta

Elshinta.com - Ratusan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Dipanegoro Medan.

Dalam aksi tersebut seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru R Kurnia, Kamis (13/9) para nelayan kecil modern dalam pernyataan sikapnya menyampaikan semenjak terbitnya PermenKP Nomor 71 tahun 2016 yang mengatur tentang alat tangkap bagi nelayan menyebabkan banyaknya gejolak bagi nelayan, khususnya bagi nelayan kecil modern Sumatera Utara.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara, Abdul Karim Sahrial Lubis juga menyampaikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menyebabkan gejolak antar sesama para nelayan kecil, khususnya nelayan Sumatera Utara, mulai dari penangkapan 16 kapal nelayan, pemidanaan 7 nelayan kecil dan lainnya.

Dalam aksi tersebut, para nelayan kecil modern Sumatera Utara menyampaikan tuntutan diantaranya cabut dan revisi PermenKP Nomor 71 tahun 2016  bebaskan teman dan sahabat kami (nelayan kecil) sebanyak 16 orang yang ditahan, terbitkan Pergub yang mensejahterakan nelayan kecil modern pada umumnya dan lindungi kami melaut sesuai UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan nelayan kecil.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 19 November 2018 - 21:35 WIB

Peralatan olahraga eks Asian Games 2018 diinventarisasi

Bencana Alam | 19 November 2018 - 21:26 WIB

BPBD Purbalingga minta warga waspadai bencana

Aktual Luar Negeri | 19 November 2018 - 21:18 WIB

Kapolri sepakat tingkatkan kerja sama penegakan hukum dengan AS

Hukum | 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:57 WIB

Kodam III Siliwangi tandatangani zona integritas menuju WBK

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:44 WIB

Disnakertrans Karawang khawatir kenaikan UMK memicu PHK

Elshinta.com - Ratusan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Dipanegoro Medan.

Dalam aksi tersebut seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru R Kurnia, Kamis (13/9) para nelayan kecil modern dalam pernyataan sikapnya menyampaikan semenjak terbitnya PermenKP Nomor 71 tahun 2016 yang mengatur tentang alat tangkap bagi nelayan menyebabkan banyaknya gejolak bagi nelayan, khususnya bagi nelayan kecil modern Sumatera Utara.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara, Abdul Karim Sahrial Lubis juga menyampaikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menyebabkan gejolak antar sesama para nelayan kecil, khususnya nelayan Sumatera Utara, mulai dari penangkapan 16 kapal nelayan, pemidanaan 7 nelayan kecil dan lainnya.

Dalam aksi tersebut, para nelayan kecil modern Sumatera Utara menyampaikan tuntutan diantaranya cabut dan revisi PermenKP Nomor 71 tahun 2016  bebaskan teman dan sahabat kami (nelayan kecil) sebanyak 16 orang yang ditahan, terbitkan Pergub yang mensejahterakan nelayan kecil modern pada umumnya dan lindungi kami melaut sesuai UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan nelayan kecil.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Senin, 19 November 2018 - 20:07 WIB

MUI: Maulid tingkatkan ketakwaan kepada Allah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com