Minggu, 18 November 2018 | 09:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Status waspada Gunung Semeru menjadi pusat perhatian PVMBG

Kamis, 13 September 2018 - 18:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo. Sumber foto: Effendi Murdiono/Radio Elshinta
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo. Sumber foto: Effendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kewaspadaan Gunung Semeru menjadi perhatian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingat bahayanya menjadi bencana nasional, kesiapsiagaan masyarakat sekitar lereng gunung harus ditingkatkan dengan melakukan edukasi agar tanda-tanda bahaya dapat menjadi kesiapan penyelamatan jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Kamis (13/9) mengatakan, hasil pengamatan yang disampaikan PVMBG aktivitas Semeru di level ll waspada walaupun ada perubahan visual, letusan, hembusan dan tremor harmonik.

Dikatakan Wawan Hadi Siswoyo, BPBD mendapat masukan dari pos pantau Semeru di Gunung Sawur meminta membuat kegiatan sosialisasi pada warga lereng gunung walaupun BPBD telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana), menurutnya perlu di tindak lanjut usulan petugas Gunung Sawur agar masyarakat mengetahui benar bahaya sekitar tempat tinggalnya.

Untuk tahun ini kata Wawan Hadi, pelaksanaan sosialisasi tidak memungkinkan dilakukan mengingat anggaran yang tersedia tahun 2018 sudah di alokasikan sesuai pengajuan di tahun sebelumnya, andaipun bisa usulan itu dilakukan awal tahun.

"Rencana masyakarat tujuh desa di lereng Gunung Semeru yang tersebar di Kecamatan Pronojiwo, Candipiro, Pasrujambe dan Senduro dengan kesanggupan PVMBG menjadi nasarumber tunggal, penyampaian ini potensi bahaya Semeru lebih mengenak kepada masyarakat yang ada di daerah bahaya," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Kewaspadaan Gunung Semeru menjadi perhatian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingat bahayanya menjadi bencana nasional, kesiapsiagaan masyarakat sekitar lereng gunung harus ditingkatkan dengan melakukan edukasi agar tanda-tanda bahaya dapat menjadi kesiapan penyelamatan jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Kamis (13/9) mengatakan, hasil pengamatan yang disampaikan PVMBG aktivitas Semeru di level ll waspada walaupun ada perubahan visual, letusan, hembusan dan tremor harmonik.

Dikatakan Wawan Hadi Siswoyo, BPBD mendapat masukan dari pos pantau Semeru di Gunung Sawur meminta membuat kegiatan sosialisasi pada warga lereng gunung walaupun BPBD telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana), menurutnya perlu di tindak lanjut usulan petugas Gunung Sawur agar masyarakat mengetahui benar bahaya sekitar tempat tinggalnya.

Untuk tahun ini kata Wawan Hadi, pelaksanaan sosialisasi tidak memungkinkan dilakukan mengingat anggaran yang tersedia tahun 2018 sudah di alokasikan sesuai pengajuan di tahun sebelumnya, andaipun bisa usulan itu dilakukan awal tahun.

"Rencana masyakarat tujuh desa di lereng Gunung Semeru yang tersebar di Kecamatan Pronojiwo, Candipiro, Pasrujambe dan Senduro dengan kesanggupan PVMBG menjadi nasarumber tunggal, penyampaian ini potensi bahaya Semeru lebih mengenak kepada masyarakat yang ada di daerah bahaya," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Minggu, 18 November 2018 - 06:35 WIB

Seorang dokter meninggal diduga keracunan gas genset

Minggu, 18 November 2018 - 06:23 WIB

Puluhan motor curian ditemukan lagi di rusunawa

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com