Senin, 19 November 2018 | 02:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Korban perdagangan orang asal Sukabumi menangis bertemu keluarga

Kamis, 13 September 2018 - 18:46 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Korban perdagangan orang, ES, bertemu dengan orangtuanya di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2p2AjBS
Korban perdagangan orang, ES, bertemu dengan orangtuanya di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2p2AjBS

Elshinta.com - ES (16 tahun), korban kasus tindak pidana perdagangan orang dipertemukan dengan kedua orang tuanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (13/9).

ES, asal Sukabumi, langsung memeluk kedua orang tuanya dan menangis histeris di hadapan para awak media. Tidak lama kemudian, E (ibu ES), O (ayah ES) dan ES langsung dibawa oleh ke penyidik ke ruangan yang lain.

Dalam kasus ini, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol Panca Putra menjelaskan ada lima tersangka yang ditangkap polisi yakni YL alias Yuliawati, JS alias Jakin Sudrajat, MI alias Imronsyah, AS alias Alfian Saputra dan T alias Tamrin. Kelimanya ditangkap di beberapa tempat terpisah pada rentang 4-8 September 2018.

Panca menjelaskan, kelima tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda-beda. "Ada yang merekrut, ada sebagai penampung di Jakarta, pemodal, pemberi informasi buronan Malaysia, pembuat data dan dokumen palsu dan yang mengurus keberangkatan korban," katanya.

Awalnya ES memperoleh informasi lowongan kerja dari akun Facebook milik tersangka YL yang dikenal ES dari teman sekolahnya, D, yang saat ini masih buron. "YL kemudian menawari korban untuk bekerja di Jakarta. Korban tertarik dan bilang ke orang tuanya," katanya, dikutip Antara.

ES kemudian berangkat ke Jakarta dan turun di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Di terminal, ES lalu dijemput oleh tersangka JS yang juga berperan mempersiapkan dokumen palsu untuk ES. JS kemudian menyerahkan ES ke tersangka MI yang diketahui berperan melaporkan ke seorang pelaku di Malaysia bahwa ES siap diberangkatkan ke Malaysia untuk dipekerjakan di Negeri Jiran.

Dari Jakarta, MI membawa ES ke Batam, kemudian transit di Bengkalis, Riau. Selanjutnya ES ke Malaysia dengan menggunakan kapal feri. ES diketahui bekerja lima hari di rumah majikannya di Malaysia. Di hari kelima ES kabur karena mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. ES kemudian ditolong oleh seorang WNI yang tinggal di Malaysia dan dibawa ke Kedutaan Besar RI di Malaysia. "ES dibawa ke KBRI dan dimintai keterangan. Bareskrim kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak Imigrasi kemudian melacak para pelaku," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - ES (16 tahun), korban kasus tindak pidana perdagangan orang dipertemukan dengan kedua orang tuanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (13/9).

ES, asal Sukabumi, langsung memeluk kedua orang tuanya dan menangis histeris di hadapan para awak media. Tidak lama kemudian, E (ibu ES), O (ayah ES) dan ES langsung dibawa oleh ke penyidik ke ruangan yang lain.

Dalam kasus ini, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol Panca Putra menjelaskan ada lima tersangka yang ditangkap polisi yakni YL alias Yuliawati, JS alias Jakin Sudrajat, MI alias Imronsyah, AS alias Alfian Saputra dan T alias Tamrin. Kelimanya ditangkap di beberapa tempat terpisah pada rentang 4-8 September 2018.

Panca menjelaskan, kelima tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda-beda. "Ada yang merekrut, ada sebagai penampung di Jakarta, pemodal, pemberi informasi buronan Malaysia, pembuat data dan dokumen palsu dan yang mengurus keberangkatan korban," katanya.

Awalnya ES memperoleh informasi lowongan kerja dari akun Facebook milik tersangka YL yang dikenal ES dari teman sekolahnya, D, yang saat ini masih buron. "YL kemudian menawari korban untuk bekerja di Jakarta. Korban tertarik dan bilang ke orang tuanya," katanya, dikutip Antara.

ES kemudian berangkat ke Jakarta dan turun di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Di terminal, ES lalu dijemput oleh tersangka JS yang juga berperan mempersiapkan dokumen palsu untuk ES. JS kemudian menyerahkan ES ke tersangka MI yang diketahui berperan melaporkan ke seorang pelaku di Malaysia bahwa ES siap diberangkatkan ke Malaysia untuk dipekerjakan di Negeri Jiran.

Dari Jakarta, MI membawa ES ke Batam, kemudian transit di Bengkalis, Riau. Selanjutnya ES ke Malaysia dengan menggunakan kapal feri. ES diketahui bekerja lima hari di rumah majikannya di Malaysia. Di hari kelima ES kabur karena mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. ES kemudian ditolong oleh seorang WNI yang tinggal di Malaysia dan dibawa ke Kedutaan Besar RI di Malaysia. "ES dibawa ke KBRI dan dimintai keterangan. Bareskrim kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak Imigrasi kemudian melacak para pelaku," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 19:14 WIB

Sambas perlu BNKK tekan peredaran narkoba

Minggu, 18 November 2018 - 18:40 WIB

Hak individu keluarga korban Lion gugat Boeing

Minggu, 18 November 2018 - 17:39 WIB

Korban Lion Air asal Italia belum diserahkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com