Senin, 19 November 2018 | 02:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Grace Natalie bilang intoleran harus diatasi secara sistematis

Kamis, 13 September 2018 - 19:10 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. Sumber foto: https://bit.ly/2NBFd6V
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. Sumber foto: https://bit.ly/2NBFd6V

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menegaskan intoleran di Indonesia harus diatasi secara sistematis. 

"Jika tidak, pluralisme akan terus terancam dan merosot," kata dia, saat menjadi pembicara dalam diskusi "World Economic Forum on ASEAN" di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9).

Dalam diskusi bertema "ASEAN Pluralism: Under Threat" itu, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis, dia menyatakan, Indonesia adalah negeri yang sangat beragam dengan masyarakat hidup dalam harmoni. Namun, tahun lalu Indonesia menyaksikan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena delik penodaan agama. "Apa yang terjadi? Apakah toleransi hilang di masyarakat Indonesia? Apakah ada pergeseran di masyarakat" kata dia.

Ia kemudian mengutip survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Salah satu pertanyaan ke para responden: kelompok mana yang paling tidak mereka sukai. Tiga jawaban terbanyak; LGBT, ISIS, dan komunis. Ketidaksukaan pada etnis Tionghoa dan penganut agama Kristen sangat rendah. Survei dilakukan pada akhir 2016. Data ini konsisten selama 15 tahun terakhir.

Dalam pandangan dia, hal yang terjadi pada Ahok tidak terkait dengan kebencian etnik, namun yang terjadi adalah rekayasa untuk kepentingan politik. Ia mengatakan telah terjadi eksploitasi isu keagamaan dan etnik untuk kepentingan politik tertentu. "Jelas ada ancaman pada toleransi dan keberagaman di ASEAN. Cara untuk menangkalnya adalah membangun kekuatan politik atau menyokong kaum moderat," ujarnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menegaskan intoleran di Indonesia harus diatasi secara sistematis. 

"Jika tidak, pluralisme akan terus terancam dan merosot," kata dia, saat menjadi pembicara dalam diskusi "World Economic Forum on ASEAN" di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9).

Dalam diskusi bertema "ASEAN Pluralism: Under Threat" itu, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis, dia menyatakan, Indonesia adalah negeri yang sangat beragam dengan masyarakat hidup dalam harmoni. Namun, tahun lalu Indonesia menyaksikan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena delik penodaan agama. "Apa yang terjadi? Apakah toleransi hilang di masyarakat Indonesia? Apakah ada pergeseran di masyarakat" kata dia.

Ia kemudian mengutip survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Salah satu pertanyaan ke para responden: kelompok mana yang paling tidak mereka sukai. Tiga jawaban terbanyak; LGBT, ISIS, dan komunis. Ketidaksukaan pada etnis Tionghoa dan penganut agama Kristen sangat rendah. Survei dilakukan pada akhir 2016. Data ini konsisten selama 15 tahun terakhir.

Dalam pandangan dia, hal yang terjadi pada Ahok tidak terkait dengan kebencian etnik, namun yang terjadi adalah rekayasa untuk kepentingan politik. Ia mengatakan telah terjadi eksploitasi isu keagamaan dan etnik untuk kepentingan politik tertentu. "Jelas ada ancaman pada toleransi dan keberagaman di ASEAN. Cara untuk menangkalnya adalah membangun kekuatan politik atau menyokong kaum moderat," ujarnya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com