Grace Natalie bilang intoleran harus diatasi secara sistematis
Kamis, 13 September 2018 - 19:10 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. Sumber foto: https://bit.ly/2NBFd6V

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menegaskan intoleran di Indonesia harus diatasi secara sistematis. 

"Jika tidak, pluralisme akan terus terancam dan merosot," kata dia, saat menjadi pembicara dalam diskusi "World Economic Forum on ASEAN" di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9).

Dalam diskusi bertema "ASEAN Pluralism: Under Threat" itu, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis, dia menyatakan, Indonesia adalah negeri yang sangat beragam dengan masyarakat hidup dalam harmoni. Namun, tahun lalu Indonesia menyaksikan mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena delik penodaan agama. "Apa yang terjadi? Apakah toleransi hilang di masyarakat Indonesia? Apakah ada pergeseran di masyarakat" kata dia.

Ia kemudian mengutip survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Salah satu pertanyaan ke para responden: kelompok mana yang paling tidak mereka sukai. Tiga jawaban terbanyak; LGBT, ISIS, dan komunis. Ketidaksukaan pada etnis Tionghoa dan penganut agama Kristen sangat rendah. Survei dilakukan pada akhir 2016. Data ini konsisten selama 15 tahun terakhir.

Dalam pandangan dia, hal yang terjadi pada Ahok tidak terkait dengan kebencian etnik, namun yang terjadi adalah rekayasa untuk kepentingan politik. Ia mengatakan telah terjadi eksploitasi isu keagamaan dan etnik untuk kepentingan politik tertentu. "Jelas ada ancaman pada toleransi dan keberagaman di ASEAN. Cara untuk menangkalnya adalah membangun kekuatan politik atau menyokong kaum moderat," ujarnya, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:34 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata u...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada seluruh penyelenggara n...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)