Senin, 19 November 2018 | 19:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Prabowo Subianto nyaman dengan NU dan Islam moderat

Kamis, 13 September 2018 - 19:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Bakal calon presiden, Prabowo Subianto, mencium tangan istri almarhum Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, saat berkunjung ke rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2x8AH6l
Bakal calon presiden, Prabowo Subianto, mencium tangan istri almarhum Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, saat berkunjung ke rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2x8AH6l

Elshinta.com - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan dia nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok Islam moderat, yang berdiri di atas tradisi Indonesia dan menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya.

"Kami tadi diskusi tentang demokrasi, kondisi negara dan juga Islam, kami saling bertanya dan saya menyatakan merasa nyaman dengan NU dan Islam yang moderat," kata Prabowo, usai berkunjung ke keluarga Presiden keempat Indonesia, almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9).

Di sana, pensiunan letnan jenderal TNI AD itu bertemu dengan Ibu Sinta Nuriyah Wahid dan putri keduanya, Yenn Wahid. Prabowo mencium tangan Ibu Sinta dan kemudian melangsungkan pertemuan tertutup. Seusai pertemuan itu, dia katakan pertemuan itu juga menjadi arena bagi dia bernostalgia dengan keluarga Gus Dur. 

Dia menjelaskan dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam lebih itu, dia mendapatkan pertanyaan apakah dia mendukung gerakan yang akan mengubah Pancasila dan mendukung sistem khilafah. Prabowo menegaskan, sebagai prajurit TNI, sumpahnya adalah membela Tanah Air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dia menilai propaganda yang menyebutkan dia pro terhadap sistem khilafah merupakan isu yang picik dan berbahaya karena rakyat bisa terpengaruh. "Jadi saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI," ujarnya.

Prabowo mengatakan, ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen jadi bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan. Dia menilai kalau Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar maka ekonomi Indonesia akan kuat.

Dia menjelaskan dia melanjutkan perjuangan dan pengabdian melalui partai politik setelah keluar dari tentara, yaitu Partai Gerindra dengan AD/ART berasaskan Pancasila dan sumpah kader untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.

Ibu Sinta berpesan agar Pemilu 2019 harus dijadikan ajang kerukunan bagi semua anak bangsa, bukan sebagai ajang saling hujat atau menjelek-jelekan dan mencaci maki sesama anak bangsa. Dia menilai tujuan Pemilu adalah membangun NKRI dan merekatkan tali persaudaraan. "Kalau ditanya pesan politik saya, ya itu pesannya," ucapnya.

Selain itu, Sinta mengatakan keluarga Prabowo dengan keluarga Gus Dur sangat dekat dan kedekatan itu sudah terjalin sejak lama. Dia menceritakan, orangtua Prabowo begawan ekonomi Indonesia, Profesor Dr Soemitro Djojohadikoesoemo sangat mengagumi sosok Wahid Hasyim sehingga memberi nama Hasyim kepada salah satu anaknya, yaitu adik Prabowo diberi nama Hasyim Djojohadikusumo.

Sementara kakek dari Prabowo bersaudara adalah Margono Djojohadikoesoemo, pendiri Bank BNI, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan dia nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok Islam moderat, yang berdiri di atas tradisi Indonesia dan menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya.

"Kami tadi diskusi tentang demokrasi, kondisi negara dan juga Islam, kami saling bertanya dan saya menyatakan merasa nyaman dengan NU dan Islam yang moderat," kata Prabowo, usai berkunjung ke keluarga Presiden keempat Indonesia, almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9).

Di sana, pensiunan letnan jenderal TNI AD itu bertemu dengan Ibu Sinta Nuriyah Wahid dan putri keduanya, Yenn Wahid. Prabowo mencium tangan Ibu Sinta dan kemudian melangsungkan pertemuan tertutup. Seusai pertemuan itu, dia katakan pertemuan itu juga menjadi arena bagi dia bernostalgia dengan keluarga Gus Dur. 

Dia menjelaskan dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam lebih itu, dia mendapatkan pertanyaan apakah dia mendukung gerakan yang akan mengubah Pancasila dan mendukung sistem khilafah. Prabowo menegaskan, sebagai prajurit TNI, sumpahnya adalah membela Tanah Air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dia menilai propaganda yang menyebutkan dia pro terhadap sistem khilafah merupakan isu yang picik dan berbahaya karena rakyat bisa terpengaruh. "Jadi saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI," ujarnya.

Prabowo mengatakan, ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen jadi bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan. Dia menilai kalau Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar maka ekonomi Indonesia akan kuat.

Dia menjelaskan dia melanjutkan perjuangan dan pengabdian melalui partai politik setelah keluar dari tentara, yaitu Partai Gerindra dengan AD/ART berasaskan Pancasila dan sumpah kader untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.

Ibu Sinta berpesan agar Pemilu 2019 harus dijadikan ajang kerukunan bagi semua anak bangsa, bukan sebagai ajang saling hujat atau menjelek-jelekan dan mencaci maki sesama anak bangsa. Dia menilai tujuan Pemilu adalah membangun NKRI dan merekatkan tali persaudaraan. "Kalau ditanya pesan politik saya, ya itu pesannya," ucapnya.

Selain itu, Sinta mengatakan keluarga Prabowo dengan keluarga Gus Dur sangat dekat dan kedekatan itu sudah terjalin sejak lama. Dia menceritakan, orangtua Prabowo begawan ekonomi Indonesia, Profesor Dr Soemitro Djojohadikoesoemo sangat mengagumi sosok Wahid Hasyim sehingga memberi nama Hasyim kepada salah satu anaknya, yaitu adik Prabowo diberi nama Hasyim Djojohadikusumo.

Sementara kakek dari Prabowo bersaudara adalah Margono Djojohadikoesoemo, pendiri Bank BNI, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 17:08 WIB

Ma`ruf Amin bantah jadi alat untuk digantikan Ahok

Senin, 19 November 2018 - 15:00 WIB

SBY akan kampanyekan Prabowo Maret 2019

Senin, 19 November 2018 - 09:26 WIB

309 caleg bertarung perebutkan kursi DPRD

Minggu, 18 November 2018 - 19:38 WIB

BPN Prabowo-Sandi targetkan gaet milenial di 10 provinsi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com