Sabtu, 22 September 2018 | 11:17 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Prabowo Subianto nyaman dengan NU dan Islam moderat

Kamis, 13 September 2018 - 19:57 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Bakal calon presiden, Prabowo Subianto, mencium tangan istri almarhum Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, saat berkunjung ke rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2x8AH6l
Bakal calon presiden, Prabowo Subianto, mencium tangan istri almarhum Gus Dur, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, saat berkunjung ke rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2x8AH6l

Elshinta.com - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan dia nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok Islam moderat, yang berdiri di atas tradisi Indonesia dan menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya.

"Kami tadi diskusi tentang demokrasi, kondisi negara dan juga Islam, kami saling bertanya dan saya menyatakan merasa nyaman dengan NU dan Islam yang moderat," kata Prabowo, usai berkunjung ke keluarga Presiden keempat Indonesia, almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9).

Di sana, pensiunan letnan jenderal TNI AD itu bertemu dengan Ibu Sinta Nuriyah Wahid dan putri keduanya, Yenn Wahid. Prabowo mencium tangan Ibu Sinta dan kemudian melangsungkan pertemuan tertutup. Seusai pertemuan itu, dia katakan pertemuan itu juga menjadi arena bagi dia bernostalgia dengan keluarga Gus Dur. 

Dia menjelaskan dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam lebih itu, dia mendapatkan pertanyaan apakah dia mendukung gerakan yang akan mengubah Pancasila dan mendukung sistem khilafah. Prabowo menegaskan, sebagai prajurit TNI, sumpahnya adalah membela Tanah Air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dia menilai propaganda yang menyebutkan dia pro terhadap sistem khilafah merupakan isu yang picik dan berbahaya karena rakyat bisa terpengaruh. "Jadi saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI," ujarnya.

Prabowo mengatakan, ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen jadi bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan. Dia menilai kalau Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar maka ekonomi Indonesia akan kuat.

Dia menjelaskan dia melanjutkan perjuangan dan pengabdian melalui partai politik setelah keluar dari tentara, yaitu Partai Gerindra dengan AD/ART berasaskan Pancasila dan sumpah kader untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.

Ibu Sinta berpesan agar Pemilu 2019 harus dijadikan ajang kerukunan bagi semua anak bangsa, bukan sebagai ajang saling hujat atau menjelek-jelekan dan mencaci maki sesama anak bangsa. Dia menilai tujuan Pemilu adalah membangun NKRI dan merekatkan tali persaudaraan. "Kalau ditanya pesan politik saya, ya itu pesannya," ucapnya.

Selain itu, Sinta mengatakan keluarga Prabowo dengan keluarga Gus Dur sangat dekat dan kedekatan itu sudah terjalin sejak lama. Dia menceritakan, orangtua Prabowo begawan ekonomi Indonesia, Profesor Dr Soemitro Djojohadikoesoemo sangat mengagumi sosok Wahid Hasyim sehingga memberi nama Hasyim kepada salah satu anaknya, yaitu adik Prabowo diberi nama Hasyim Djojohadikusumo.

Sementara kakek dari Prabowo bersaudara adalah Margono Djojohadikoesoemo, pendiri Bank BNI, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 22 September 2018 - 11:12 WIB

Polisi ringkus perampok-pemerkosaan di rumah WN Jerman

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 10:48 WIB

Anak Krakatau keluarkan 44 letusan

Musibah | 22 September 2018 - 10:24 WIB

Tim SAR gabungan hentikan pencarian turis Korsel di Lombok

Megapolitan | 22 September 2018 - 10:12 WIB

Trans Patriot siap beroperasi di Bekasi tahun ini

Musibah | 22 September 2018 - 09:48 WIB

BPBD: Api di Gunung Sumbing sudah padam

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com