Rabu, 26 September 2018 | 03:00 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Obat dan alkes terpenuhi sampai akhir operasional haji

Kamis, 13 September 2018 - 20:24 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xbx3IR
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2xbx3IR

Elshinta.com - Kemenkes RI telah menyiapkan 79 ton obat di Arab Saudi. Di Depo Farmasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) baik di Makkah maupun Madinah, tersedia 22 kelas terapi obat, seperti anti hipertensi, anti alergi, anti virus, anti inflamasi, anti histamin, anti biotik dan lainnya.  

Sampai akhir penyelenggaraan ibadah haji, dipastikan perbekalan kesehatan berupa obat-obatan, cukup. Hingga saat ini tidak ada kelangkaan obat karena jenis obat yang disediakan sudah dipenuhi sesuai dengan Formularium Nasional Perbekalan Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Haji berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/Menkes/651/2016.

Demikan ditegaskan Kasi Perbekalan Kesehatan Arab Saudi 2018 Nadirah Rahim, di Madinah. Item-item obat yang ada di formularium semuanya dalam bentuk tunggal, bukan obat kombinasi sesuai dengan formularium yang disusun oleh Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI.

“Beberapa petugas Kloter mencari obat kombinasi yang tidak ada dalam formularium. Obat ini memang tidak tersedia, namun substitusinya sesungguhnya sudah disiapkan sesuai dengan formularium perbekalan kesehatan haji,” terang Nadirah dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Kamis (13/9).

Menurut Nadirah, di KKHI punya banyak stok obat, jenisnya pun banyak. Bahkan petugas kesehatan di Kloter (TKHI) yang sudah pulang ke Indonesia mengembalikan cukup banyak obat ke Depo di KKHI. Atau, bila tidak mengembalikan bisa juga memindahkan sisa obat ke kloter temannya. “Silahkan saja, yang penting bisa didayagunakan,” kata Nadirah.

Koordinator Perbekalan Kesehatan Haji 2018 Ariyani Dwi Hartanti menyatakan bahwa proses pengambilan obat sangat mudah. Tim Gerak Cepat (TGC) memiliki pos kesehatan di tiap Sektor. TKHI bisa mengambil stok obat di masing-masing sektor ini. Bila obat yang dimaksud tidak tersedia di Sektor, TKHI bisa mendapatkannya di KKHI.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 25 September 2018 - 22:27 WIB

Pembangunan infrastruktur dorong pengembangan pariwisata Indonesia

Megapolitan | 25 September 2018 - 22:17 WIB

Kemnaker gagalkan pengiriman 20 pekerja migran Indonesia ilegal

Aktual Sepakbola | 25 September 2018 - 21:39 WIB

Timnas U-19 Indonesia menyerah dari China 0-3

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Politik | 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Aktual Olahraga | 25 September 2018 - 20:56 WIB

Indonesia incar dua medali emas tenis meja Asian Para Games 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Selasa, 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Selasa, 25 September 2018 - 20:45 WIB

Bupati Lumajang siap berantas pungli

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com