Senin, 19 November 2018 | 21:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

DPRD temukan 81 guru tak digaji delapan bulan

Kamis, 13 September 2018 - 20:45 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NaXs3E
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2NaXs3E

Elshinta.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menemukan 81 guru tidak tetap tak digaji selama delapan bulan.

"Ke-81 guru ini terdiri atas 50 guru SD dan 31 guru SMP. Terhitung sejak Januari-Agustus 2018 gaji mereka tidak bisa dibayarkan oleh pemerintah kota," kata Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah, Kamis (13/9), di Palangka Raya.

Dia menjelaskan bahwa tidak bisa dibayarkannya gaji 81 satu guru tersebut karena surat keputusan pengangkatan sebagai guru tidak tetap yang dikeluarkan oleh wali kota baru terbit pada Agustus 2018.

Ia menjelaskan, sebelumnya 81 guru tersebut merupakan guru honor yang diangkat pemerintah provinsi yang penggajiannya pun di bawah kewenangan Pemprov.

Kemudian seiring kebijakan penyerahan kewenangan pengelolaan pendidikan SMA di bawah provinsi dan SD, SMP di bawah pemerintah kota, maka ke-81 guru kemudian diserahkan kepada pemkot. Namun pada perjalanannya, dari Januari-Agustus 2018 guru tidak tetap tersebut tetap melaksanakan kewajibannya tanpa SK dari pemerintah kota.

Jadi karena tidak ada SK dari pemerintah kota maka selama delapan bulan tersebut, pemerintah kota tidak bisa membayar gaji karena tidak ada dasar untuk pembayaran hak para guru tidak tetap itu. "Tapi untuk empat bulan ke depan terhitung mulai September hingga Desember, gaji mereka telah dianggarkan dengan total anggaran senilai Rpp324 juta. Sehingga rata-rata gaji per bulan Rp1 juta. Ini didasarkan pada keuangan pemerintah kota yang juga tengah mengalami defisit," kata Mukarramah, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 19 November 2018 - 21:35 WIB

Peralatan olahraga eks Asian Games 2018 diinventarisasi

Bencana Alam | 19 November 2018 - 21:26 WIB

BPBD Purbalingga minta warga waspadai bencana

Aktual Luar Negeri | 19 November 2018 - 21:18 WIB

Kapolri sepakat tingkatkan kerja sama penegakan hukum dengan AS

Hukum | 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:57 WIB

Kodam III Siliwangi tandatangani zona integritas menuju WBK

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 20:44 WIB

Disnakertrans Karawang khawatir kenaikan UMK memicu PHK

Elshinta.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menemukan 81 guru tidak tetap tak digaji selama delapan bulan.

"Ke-81 guru ini terdiri atas 50 guru SD dan 31 guru SMP. Terhitung sejak Januari-Agustus 2018 gaji mereka tidak bisa dibayarkan oleh pemerintah kota," kata Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah, Kamis (13/9), di Palangka Raya.

Dia menjelaskan bahwa tidak bisa dibayarkannya gaji 81 satu guru tersebut karena surat keputusan pengangkatan sebagai guru tidak tetap yang dikeluarkan oleh wali kota baru terbit pada Agustus 2018.

Ia menjelaskan, sebelumnya 81 guru tersebut merupakan guru honor yang diangkat pemerintah provinsi yang penggajiannya pun di bawah kewenangan Pemprov.

Kemudian seiring kebijakan penyerahan kewenangan pengelolaan pendidikan SMA di bawah provinsi dan SD, SMP di bawah pemerintah kota, maka ke-81 guru kemudian diserahkan kepada pemkot. Namun pada perjalanannya, dari Januari-Agustus 2018 guru tidak tetap tersebut tetap melaksanakan kewajibannya tanpa SK dari pemerintah kota.

Jadi karena tidak ada SK dari pemerintah kota maka selama delapan bulan tersebut, pemerintah kota tidak bisa membayar gaji karena tidak ada dasar untuk pembayaran hak para guru tidak tetap itu. "Tapi untuk empat bulan ke depan terhitung mulai September hingga Desember, gaji mereka telah dianggarkan dengan total anggaran senilai Rpp324 juta. Sehingga rata-rata gaji per bulan Rp1 juta. Ini didasarkan pada keuangan pemerintah kota yang juga tengah mengalami defisit," kata Mukarramah, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 21:07 WIB

Kejaksaan Agung tunda eksekusi Baiq Nuril

Senin, 19 November 2018 - 20:07 WIB

MUI: Maulid tingkatkan ketakwaan kepada Allah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com