Kamis, 20 September 2018 | 06:28 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Rencana aksi mahasiswa PTAI soal pengeras suara masjid dipertanyakan

Kamis, 13 September 2018 - 19:02 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa/Elshinta.
Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Rencana kegiatan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi BEM Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia di DPR RI soal pengeras suara masjid mendapat sindiran keras dari Jaringan Mahasiswa Muslim Jayakarta (JMMJ). Aksi yang bakal digelar pada hari Jumat (14/9) besok terindikasi ditunggangi oleh gerakan separatis.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator JMMJ, Ahmad. Dugaan adanya gerakan separatis itu karena dalam aksinya ada persoalan kebijakan pemerintah yang membatasi volume speaker masjid.

"Cukup aneh ketika Mahasiwa saat ini mempersoalkan volume pengeras suara di masjid. Padahal kebijakan itu sudah ada sejak era orde baru tapi justru dipersoalkan sekarang," kata Ahmad ketika diminta keterangannya, Kamis (13/9).

Ia menilai aksi yang digelar oleh teman-teman Mahasiswa PTAI se-Indonesia tersebut minim kajian dan argumentasi. Ia khawatir justru ada agenda tersembunyi yang ikut menggerakkan kegiatan aksi unjuk rasa tersebut.

"Jelas ini minim literasi. Saya kok khawatir kalau ada penunggang gelap yang memanfaatkan gerakan Mahasiswa untuk memuluskan perjuangan mereka," ujarnya.

Seharusnya menurut Ahmad, Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control tidak mudah disetir oleh pihak yang hanya memanfaatkan suara mereka demi melampiskan misi mereka. Jika itu terjadi, maka perlu dinilai kembali intelektualitas Mahasiswa tersebut. 

Pelu diketahui bahwa BEM PTAI se-Indonesia berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Salah satu tuntutan mereka adalah terkait dengan desakan agar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dicopot lantaran adanya kebijakan pembatasan penggunaan pengeras suara di Masjid melalui surat edaran bernomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/2018 yang merujuk pada Pelaksanaan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor: KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
FitRadioSemarang
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 06:24 WIB

Machfud Arifin siap jadi tim kampanye Jokowi

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 06:16 WIB

16 ASN akan diberhentikan

Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 06:05 WIB

Hari ini koalisi Prabowo-Sandiaga daftarkan anggota Badan Pemenangan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com