Selasa, 13 November 2018 | 02:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Sholawat Badar semangati anak-anak korban gempa Lombok

Kamis, 13 September 2018 - 20:07 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa/Elshinta.
Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Ratusan anak korban gempa bersama sejumlah relawan dari PBNU lantunkan sholawat badar di Tenda Darurat, Lombok, NTB, Kamis (13/9). Kecerian nampak ketika Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (NU Care - LAZISNU), Achmad Sudrajat, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), M Ali Yusuf dan Wakil Sekjen PBNU, Imam Pituduh mengajak anak-anak melantuntan sholawat badar.

"Kita ajak bersholawat dengan ceria, ini penting untuk membangkitkan semangat, dan benar mereka mengikutinya dengan cerita wajahnya tanpa beban, dengan begitu mereka jadi terhibur, sedikit demi sedikit hilangkan traumanya," ujar Ketua NU Care - LAZISNU, Achmad Sudrajat yang gemar disama Kang Ajat dalam rilisnya yang diterima Redaksi Elshinta.com, Kamis (13/9).

Dititik lain NU telah menghadirkan Hadad Alwi pelantun lagu Umi yang sangat tersohor itu, "Iya kita juga sudah menghadirkan Artis untuk menghibur para korban bencana, yang nantinya para korban akan diajak bersholawat oleh Hadad Alwi, tentunya ini menjadi penting dan mereka butuh dihibur, dan ini hiburan religi sebagai pengisi psikososial," sambungnya

Selain itu diungkapkan Umi Salamah seorang guru yang mengajar di Madrasah Darurat yang didirikan Nahdlatul Ulama (NU), Umi Salamah mengatakan sudah hampir satu bulan anak-anak tidak sekolah, dia megungkapkan rasa syukurnya bisa kembali mengajar atas bantuan NU Peduli Lombok

"Sudah hampir satu bulan anak-anak tidak sekolah, ada seratus anak di sini, tadinya mau saya paksakan sekolah di tengah sawah, tapi kasihan juga kepanasan gak ada tendanya, akhirnya gak jadi sekolah di tengah sawah," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 12 November 2018 - 22:38 WIB

Relawan bergerak kompak menangkan Jokowi - Ma'ruf di Sumsel

Politik | 12 November 2018 - 22:27 WIB

Pengamat: PSI bisa jadi role model milenial di pentas politik

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:40 WIB

Eden Hazard mengaku senang meski merasa lelah

Liga Inggris | 12 November 2018 - 21:28 WIB

Juan Mata menyebut MU jalani pekan yang tidak menentu

Kesehatan | 12 November 2018 - 21:12 WIB

Dua puskesmas di Kudus akan dinaikan status jadi rumah sakit

Elshinta.com - Ratusan anak korban gempa bersama sejumlah relawan dari PBNU lantunkan sholawat badar di Tenda Darurat, Lombok, NTB, Kamis (13/9). Kecerian nampak ketika Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (NU Care - LAZISNU), Achmad Sudrajat, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), M Ali Yusuf dan Wakil Sekjen PBNU, Imam Pituduh mengajak anak-anak melantuntan sholawat badar.

"Kita ajak bersholawat dengan ceria, ini penting untuk membangkitkan semangat, dan benar mereka mengikutinya dengan cerita wajahnya tanpa beban, dengan begitu mereka jadi terhibur, sedikit demi sedikit hilangkan traumanya," ujar Ketua NU Care - LAZISNU, Achmad Sudrajat yang gemar disama Kang Ajat dalam rilisnya yang diterima Redaksi Elshinta.com, Kamis (13/9).

Dititik lain NU telah menghadirkan Hadad Alwi pelantun lagu Umi yang sangat tersohor itu, "Iya kita juga sudah menghadirkan Artis untuk menghibur para korban bencana, yang nantinya para korban akan diajak bersholawat oleh Hadad Alwi, tentunya ini menjadi penting dan mereka butuh dihibur, dan ini hiburan religi sebagai pengisi psikososial," sambungnya

Selain itu diungkapkan Umi Salamah seorang guru yang mengajar di Madrasah Darurat yang didirikan Nahdlatul Ulama (NU), Umi Salamah mengatakan sudah hampir satu bulan anak-anak tidak sekolah, dia megungkapkan rasa syukurnya bisa kembali mengajar atas bantuan NU Peduli Lombok

"Sudah hampir satu bulan anak-anak tidak sekolah, ada seratus anak di sini, tadinya mau saya paksakan sekolah di tengah sawah, tapi kasihan juga kepanasan gak ada tendanya, akhirnya gak jadi sekolah di tengah sawah," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com