Minggu, 18 November 2018 | 09:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menteri PPPA: Sidang umum ICW majukan perempuan

Jumat, 14 September 2018 - 06:52 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2xfzwRQ
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. Sumber foto: https://bit.ly/2xfzwRQ

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise berharap penyelenggaraan Sidang Umum ke-35 International Council of Women dan Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia mampu mendorong kemajuan peran perempuan di berbagai bidang.

"Semoga bisa berkontribusi dalam melindungi, memberdayakan dan memajukan kaum perempuan," kata Yohana saat memberikan sambutan dalam acara welcome dinner Panitia dan Peserta Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) di Malioboro, Yogyakarta, Kamis (13/9) malam.

Menurut Yohana, kehadiran para peserta dari berbagai belahan dunia di Yogyakarta membuktikan komitmen ICW (Dewan Perempuan Internasional), khususnya perempuan Indonesia, dalam gerakan memperjuangkan pemberdayaan mereka di berbagai bidang.

Dikutip Antara, di Indonesia, menurut Yohana, perempuan dan anak masih menghadapi berbagai macam masalah. Mereka masih menjadi kelompok yang rentan terhadap kemiskinan, bencana alam, konflik, dan kekerasan. "Perempuan dan anak masih sering mangalami berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual," kata dia.

Di sisi lain, lanjut dia, perempuan di beberapa daerah masih mengalami stereotype, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda. Tugas perempuan, kata dia, dianggap hanya melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan wilayah domestik atau rumah tangga, sedangkan laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama. "Sehingga pendapatan yang dihasilkan oleh perempuan dianggap sebagai tambahan saja," kata dia.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan perempuan tersebut, menurut Yohana, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi faktor yang sangat penting untuk ditingkatkan. "Perempuan memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun bangsa, maka akses dan partisipasi perempuan di segala bidang pembangunan harus diberikan," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Bencana Alam | 18 November 2018 - 09:13 WIB

Basarnas siagakan tim di lokasi banjir Tasikmalaya

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 08:55 WIB

KTT APEC akan bahas konektivitas untuk pertumbuhan inklusif

Kriminalitas | 18 November 2018 - 08:45 WIB

Menolak saat memberikan HP remaja dibacok orang tak dikenal

Travel | 18 November 2018 - 08:29 WIB

Yogyakarta siapkan dua kegiatan libur akhir tahun

Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise berharap penyelenggaraan Sidang Umum ke-35 International Council of Women dan Temu Nasional Seribu Perempuan Indonesia mampu mendorong kemajuan peran perempuan di berbagai bidang.

"Semoga bisa berkontribusi dalam melindungi, memberdayakan dan memajukan kaum perempuan," kata Yohana saat memberikan sambutan dalam acara welcome dinner Panitia dan Peserta Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) di Malioboro, Yogyakarta, Kamis (13/9) malam.

Menurut Yohana, kehadiran para peserta dari berbagai belahan dunia di Yogyakarta membuktikan komitmen ICW (Dewan Perempuan Internasional), khususnya perempuan Indonesia, dalam gerakan memperjuangkan pemberdayaan mereka di berbagai bidang.

Dikutip Antara, di Indonesia, menurut Yohana, perempuan dan anak masih menghadapi berbagai macam masalah. Mereka masih menjadi kelompok yang rentan terhadap kemiskinan, bencana alam, konflik, dan kekerasan. "Perempuan dan anak masih sering mangalami berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual," kata dia.

Di sisi lain, lanjut dia, perempuan di beberapa daerah masih mengalami stereotype, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda. Tugas perempuan, kata dia, dianggap hanya melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan wilayah domestik atau rumah tangga, sedangkan laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama. "Sehingga pendapatan yang dihasilkan oleh perempuan dianggap sebagai tambahan saja," kata dia.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan perempuan tersebut, menurut Yohana, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi faktor yang sangat penting untuk ditingkatkan. "Perempuan memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun bangsa, maka akses dan partisipasi perempuan di segala bidang pembangunan harus diberikan," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:24 WIB

Polda DIY dan Banten naik jadi Polda tipe A

Minggu, 18 November 2018 - 07:34 WIB

Kemenpan-RB tetapkan nilai ambang batas CPNS sebesar 298

Sabtu, 17 November 2018 - 21:27 WIB

AHY: Penyebar hoax atau fitnah musuh bersama bangsa

Sabtu, 17 November 2018 - 21:15 WIB

AHY: Muslim Indonesia rahmatanlil`alamin

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com