Minggu, 18 November 2018 | 14:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Polri kerahkan 272.880 personel pengamanan Pemilu serentak 2019

Jumat, 14 September 2018 - 06:40 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi - Pengamanan aparat kepolisian. Sumber foto: https://bit.ly/2vDhZST
Ilustrasi - Pengamanan aparat kepolisian. Sumber foto: https://bit.ly/2vDhZST

Elshinta.com - Sebanyak 272.880 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan Pemilu Serentak 2019. Pengamanan juga akan dibantu oleh TNI yang akan menerjunkan 2/3 jumlah pasukan dari total kekuatan polisi yang dilibatkan.

“Jumlah anggota Polri yang dilibatkan di dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu dari mulai tahap kampanye sampai dengan tahap pelantikan ada 272.880 personel,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (13/9), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Pada Kamis kemarin, Polri bersama TNI mengelar rapat koordinasi nasional pengamanan seluruh rangkaian Pemilu dan mendeteksi potensi kerawanan. Masa kampanye Pemilu akan dimulai pada 23 September 2018.

“Kampanye itu juga akan ada potensi kerawanan. Di situ kepolisian juga mengantisipasi dengan baik dari mulai tingkat Mabes (Polri) sampai dengan tingkat Polres seluruh anggota sudah siap untuk melaksanakan pengamanan Pemilu,” jelas Dedi.

Dedi menyebut, ada beberapa provinsi yang masuk kategori cukup rawan, sehingga pengamanannya akan dipadukan juga dengan indeks kerawanan yang dikeluarkan oleh Bawaslu.“Misalnya Papua, akan ada perhatian khusus baik kesiapan personelnya, kesiapan sarana prasarana kita siapkan untuk pengamanan Polda Papua,” katanya.

Sementara untuk daerah lain, Dedi menambahkan, sedang dikaji tingkat kerawanannya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:50 WIB

Wali Kota ajak masyarakat waspada DBD

Musibah | 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:29 WIB

Menhub RI tutup Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Tangerang

Pembangunan | 18 November 2018 - 13:19 WIB

Rohidin ajak seluruh masyarakat bahu-membahu membangun Bengkulu

Aktual Luar Negeri | 18 November 2018 - 12:52 WIB

Militer Rusia: 18 prajurit Suriah tewas dalam serangan oleh gerilyawan

Kriminalitas | 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Elshinta.com - Sebanyak 272.880 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan Pemilu Serentak 2019. Pengamanan juga akan dibantu oleh TNI yang akan menerjunkan 2/3 jumlah pasukan dari total kekuatan polisi yang dilibatkan.

“Jumlah anggota Polri yang dilibatkan di dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu dari mulai tahap kampanye sampai dengan tahap pelantikan ada 272.880 personel,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (13/9), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Pada Kamis kemarin, Polri bersama TNI mengelar rapat koordinasi nasional pengamanan seluruh rangkaian Pemilu dan mendeteksi potensi kerawanan. Masa kampanye Pemilu akan dimulai pada 23 September 2018.

“Kampanye itu juga akan ada potensi kerawanan. Di situ kepolisian juga mengantisipasi dengan baik dari mulai tingkat Mabes (Polri) sampai dengan tingkat Polres seluruh anggota sudah siap untuk melaksanakan pengamanan Pemilu,” jelas Dedi.

Dedi menyebut, ada beberapa provinsi yang masuk kategori cukup rawan, sehingga pengamanannya akan dipadukan juga dengan indeks kerawanan yang dikeluarkan oleh Bawaslu.“Misalnya Papua, akan ada perhatian khusus baik kesiapan personelnya, kesiapan sarana prasarana kita siapkan untuk pengamanan Polda Papua,” katanya.

Sementara untuk daerah lain, Dedi menambahkan, sedang dikaji tingkat kerawanannya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Minggu, 18 November 2018 - 07:56 WIB

PDIP optimistis Jokowi-Ma'ruf menang di Jabar

Minggu, 18 November 2018 - 07:17 WIB

Ma'ruf Amin berharap santri bisa jadi presiden

Sabtu, 17 November 2018 - 18:37 WIB

Perempuan kunci memenangi Pilpres

Sabtu, 17 November 2018 - 17:47 WIB

PDIP memulai kegiatan safari kebangsaan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com