Minggu, 18 November 2018 | 13:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Kapolri: Papua masih rawan konflik Pemilu

Jumat, 14 September 2018 - 07:29 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Kapolri Tito Karnavian dan Wakasad Letjen Tatang Sulaiman memberikan keterangan pers sehubungan dengan Rakor Ops Mantap Brata 2018, Kamis (13/9) siang. Foto: Radio Elshinta/Mur
Kapolri Tito Karnavian dan Wakasad Letjen Tatang Sulaiman memberikan keterangan pers sehubungan dengan Rakor Ops Mantap Brata 2018, Kamis (13/9) siang. Foto: Radio Elshinta/Mur

Elshinta.com - Jelang Pemilu serentak 2019, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian masih menyoroti Papua sebagai provinsi yang rawan konflik. Menurut Kapolri, kerawanan konflik di Papua tidak berlaku ketika pemilihan presiden (pilpres), tapi pemilihan legislatif (Pileg).

“Papua masih menjadi atensi kita. Ini yang kita perhatikan agak rawan, bukan pilpresnya, tapi pilegnya,” kata Kapolri dalam amanahnya saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Kapolri memaparkan, rawannya konflik di Papua saat Pileg dikarenakan para bakal calon anggota legislatif ngotot ingin jadi anggota dewan. Sehingga, ujar dia, tidak heran para bakal caleg bisa melakukan berbagai cara demi terpenuhi keinginannya.

“Semua mau survive pengin terpilih, jadi bertanding di dapil masing-masing dengan calon partai lain. Itu pertarungan keras. Partai berusaha calegnya lolos supaya lolos parlimentery threshold yang 4 persen, karena kalau tidak lolos partainya bubar,” kata Kapolri, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Berdasarkan hal itu, Kapolri mengatakan, pada Pemilu 2019, pihaknya tidak hanya fokus Pilpres. Sebab, yang diduga akan lebih “kencang” di dapil-dapil dalam memperebutkan kursi legislatif. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:50 WIB

Wali Kota ajak masyarakat waspada DBD

Musibah | 18 November 2018 - 13:39 WIB

Tagana diminta petakan daerah rawan banjir

Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 13:29 WIB

Menhub RI tutup Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Tangerang

Pembangunan | 18 November 2018 - 13:19 WIB

Rohidin ajak seluruh masyarakat bahu-membahu membangun Bengkulu

Aktual Luar Negeri | 18 November 2018 - 12:52 WIB

Militer Rusia: 18 prajurit Suriah tewas dalam serangan oleh gerilyawan

Kriminalitas | 18 November 2018 - 12:24 WIB

Polisi ringkus WNA transaksi narkoba di perbatasan

Elshinta.com - Jelang Pemilu serentak 2019, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian masih menyoroti Papua sebagai provinsi yang rawan konflik. Menurut Kapolri, kerawanan konflik di Papua tidak berlaku ketika pemilihan presiden (pilpres), tapi pemilihan legislatif (Pileg).

“Papua masih menjadi atensi kita. Ini yang kita perhatikan agak rawan, bukan pilpresnya, tapi pilegnya,” kata Kapolri dalam amanahnya saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Kapolri memaparkan, rawannya konflik di Papua saat Pileg dikarenakan para bakal calon anggota legislatif ngotot ingin jadi anggota dewan. Sehingga, ujar dia, tidak heran para bakal caleg bisa melakukan berbagai cara demi terpenuhi keinginannya.

“Semua mau survive pengin terpilih, jadi bertanding di dapil masing-masing dengan calon partai lain. Itu pertarungan keras. Partai berusaha calegnya lolos supaya lolos parlimentery threshold yang 4 persen, karena kalau tidak lolos partainya bubar,” kata Kapolri, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Berdasarkan hal itu, Kapolri mengatakan, pada Pemilu 2019, pihaknya tidak hanya fokus Pilpres. Sebab, yang diduga akan lebih “kencang” di dapil-dapil dalam memperebutkan kursi legislatif. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 18 November 2018 - 09:36 WIB

Sandiaga Uno akan buka lapangan kerja seluas-luasnya

Minggu, 18 November 2018 - 07:56 WIB

PDIP optimistis Jokowi-Ma'ruf menang di Jabar

Minggu, 18 November 2018 - 07:17 WIB

Ma'ruf Amin berharap santri bisa jadi presiden

Sabtu, 17 November 2018 - 18:37 WIB

Perempuan kunci memenangi Pilpres

Sabtu, 17 November 2018 - 17:47 WIB

PDIP memulai kegiatan safari kebangsaan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com