Senin, 19 November 2018 | 02:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Kapolri ajak redam konflik Pemilu dengan deklarasi damai

Jumat, 14 September 2018 - 07:48 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Kapolri Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2QuwmTc
Kapolri Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kamis (13/9). Sumber foto: https://bit.ly/2QuwmTc

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta masyarakat membantu meredam konflik saat Pemilu 2019. Kapolri mengimbau ada deklarasi-deklarasi Pemilu damai.

“Namanya juga demokrasi ibarat mesin, dia harus panas, tapi jangan terlalu panas. Maka ada cooling down. Itu harus diaktifkan. Polri, TNI, ASN, Ormas, tokoh-tokoh yang peduli untuk tidak terjadi konflik. Kita dorong keluarkan narasi, keluarkan statement deklarasi Pemilu damai,” kata Kapolri dalam amanahnya saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Untuk Pemilu yang aman dan lancar, Kapolri juga mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap netral dalam Pemilu. Seperti, polisi tidak boleh berfoto dengan peserta Pemilu.

“Pilkada juga kita buat maklumat, Panglima keluarkan maklumat, Kapolri keluarkan maklumat, ada sanksi. Tidak boleh berfoto dengan pasangan calon, misalnya. Ikut kampanye dan lainnya. Sanksi bisa dimulai dari teguran demosi sampai dipecat,” jelas Kapolri, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Sementara untuk masalah pengamanan, Kapolri mengatakan bahwa TNI dan Polri telah membuat kesepakatan bersinergi. Hal ini guna menciptakan Pemilu yang nyaman. 

Selama pengamanan Pemilu atau Operasi Mantap Brata, TNI-Polri akan operasi gabungan. Jajaran TNI-Polri di daerah akan turun bersama.

“Polri dan TNI rapatkan barisan sebagai dua komponen penting bangsa ini. Apalagi, Polri dan TNI tidak punya hak pilih. Kita harap bisa maksimalkan pengamanan agar pesta demokrasi ini jadi pesta untuk rakyat, untuk memilih wakil,” ucap Kapolri.

“Bagaimana kita buat rencana operasi bersama. Sinergi kewilayahan bersama Polda, Kodam, Korem. Membuat rencana operasi bersama, simulasi,” imbuhnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 November 2018 - 21:40 WIB

Tiba di Sidoarjo dari Papua, ini agenda kunjungan kerja Jokowi

Aktual Olahraga | 18 November 2018 - 21:14 WIB

Masyarakat Kota Batu antusias ikut Sepeda Nusantara

Pemilihan Presiden 2019 | 18 November 2018 - 20:48 WIB

Demokrat klaim punya cara khusus kampanyekan Prabowo-Sandi

Kriminalitas | 18 November 2018 - 20:39 WIB

Kejiwaan HS pembunuh satu keluarga di Bekasi akan diperiksa

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta masyarakat membantu meredam konflik saat Pemilu 2019. Kapolri mengimbau ada deklarasi-deklarasi Pemilu damai.

“Namanya juga demokrasi ibarat mesin, dia harus panas, tapi jangan terlalu panas. Maka ada cooling down. Itu harus diaktifkan. Polri, TNI, ASN, Ormas, tokoh-tokoh yang peduli untuk tidak terjadi konflik. Kita dorong keluarkan narasi, keluarkan statement deklarasi Pemilu damai,” kata Kapolri dalam amanahnya saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka mewujudkan pengamanan Pemilu 2019, di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Untuk Pemilu yang aman dan lancar, Kapolri juga mengingatkan kepada jajarannya untuk tetap netral dalam Pemilu. Seperti, polisi tidak boleh berfoto dengan peserta Pemilu.

“Pilkada juga kita buat maklumat, Panglima keluarkan maklumat, Kapolri keluarkan maklumat, ada sanksi. Tidak boleh berfoto dengan pasangan calon, misalnya. Ikut kampanye dan lainnya. Sanksi bisa dimulai dari teguran demosi sampai dipecat,” jelas Kapolri, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Sementara untuk masalah pengamanan, Kapolri mengatakan bahwa TNI dan Polri telah membuat kesepakatan bersinergi. Hal ini guna menciptakan Pemilu yang nyaman. 

Selama pengamanan Pemilu atau Operasi Mantap Brata, TNI-Polri akan operasi gabungan. Jajaran TNI-Polri di daerah akan turun bersama.

“Polri dan TNI rapatkan barisan sebagai dua komponen penting bangsa ini. Apalagi, Polri dan TNI tidak punya hak pilih. Kita harap bisa maksimalkan pengamanan agar pesta demokrasi ini jadi pesta untuk rakyat, untuk memilih wakil,” ucap Kapolri.

“Bagaimana kita buat rencana operasi bersama. Sinergi kewilayahan bersama Polda, Kodam, Korem. Membuat rencana operasi bersama, simulasi,” imbuhnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com